Potensi Inflasi September Warnai Pergerakan Indeks
Kamis, 06 September 2007 | 08:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diwarnai kekhawatiran pelaku atas potensi inflasi tinggi bulan September ini menyusul kenaikan harga-harga menjelang Ramadhan.
"Fenomena persepsi dengan kenaikan tol dan kenaikan harga bahan pokok yang bersamaan masih menjadi masalah," kata Analis BNI Securities Muhammad AL Fatih saat dihubungi Tempo, Kamis (6/9). Selain itu, sentimen regional juga masih menjadi acuan. "Kondisi di pasar Asia yang menurun membuat para pelaku cari aman dan melakukan aksi penjualan," ujarnya.
Kenaikan angka inflasi bulan Agustus yang diumumkan Senin lalu dinilai tidak begitu berpengaruh. "Pelaku pasar sudah melakukan antisipasi," kata Fatih. Pelaku pasar, kata dia, akan in lane dengan kebijakan pemerintah. "Akan berpengaruh positif," katanya.
Melihat hal itu, Fatih memperkirakan pergerakan indeks akan variatif dan cenderung menguat tipis. Indeks kemungkinan bergerak dalam kisaran level 2.240-2.280. Indeks di Bursa Efek Jakarta hari Rabu (5/9) kemarin ditutup pada level 2.214,622 dengan nilai transaksi Rp 3,22 triliun. Harga 84 saham naik, 79 saham turun dan 71 saham stagnan.
Mengenai pergerakan kurs rupiah, Fatih memperkirakan, akan bergerak fluktuatif pada kisaran 9350-9400 per dolar Amerika Serikat. "Kalau sampai 9250 akan aman," katanya. Pada transaksi Rabu lalu, kurs rupiah ditutup menguat tipis 5 poin dari 9.400 menjadi 9.395 per dolar Amerika Serikat.
Gunanto ES





