BI Rate Tetap 8,25 Persen
Kamis, 06 September 2007 | 13:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Bank Indonesia hari ini menetapkan tingkat suku bunga BI Rate yang menjadi acuan pasar tetap 8,25 persen.
Analis pasar uang dari PT Smart Investindo International Reza Wibawa menilai langkah bank sentral ini tepat. Sebab, laju inflasi pada Agustus lalu masih tinggi (0,75 persen) dan diperkirakan masih akan terus naik hingga Oktober mendatang. Penyebabnya, pada September hingga Oktober akan ada peristiwa musiman yakni, bulan puasa dan Lebaran. "Pada musim ini kerap terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok hingga memicu inflasi," tuturnya kepada Tempo siang ini di Jakarta.
Selain itu, dia melanjutkan, dari faktor eksternal, suku bunga Amerika Serikat (The Fed Fund Rate) juga belum bisa dipastikan akan turun. Meskipun bank sentral negara adi daya ini mendapat tekanan dari Kongres agar menurunkan suku bunga hingga 50 basis poin.
Sebetulnya, kata dia, suku bunga BI Rate masih bisa diturunkan dengan catatan volatilitas atau pergerakan rupiah tetap stabil.
"Sekarang BI harus bisa mengkomunikasikan ke pasar bahwa BI Rate bisa turun seperti yang ditargetkan," tuturnya.
Yang paling penting bagi BI saat ini, menurut dia, adalah kembali menekan rupiah agar berada di level yang lebih baik dari saat ini Rp 9.410 per dolar.
EKO NOPIANSYAH





