Bappenas Melepas 73 PNS ke Jepang
Jum'at, 07 September 2007 | 15:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Perencanaan dan Pembanggunan Nasional hari ini melepas 73 penerima beasiswa double degree (dua gelar) ke Jepang. Seluruh peserta berasal dari berbagai daerah Indonesia itu merupakan pegawai negeri sipil (PNS).
Dana beasiswa ini diambil dari pinjaman lunak Japan Bank International Cooperation (JBIC). "Pinjamannya berjumlah 9,717 miliar yen" kata Sekretaris Utama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS, Syahrial Loetan.
Lingkage Master Program Indonesia-Japan Universities ini merupakan kerja sama antar universitas di Indonesia dan Jepang. Program ini memungkinkan pelajar Indonesia menimba ilmu di Indonesia dan Jepang dalam kurun waktu dua tahun--setahun di Indonesia, setahun di Jepang.
Program dua gelar ini merupakan kerja sama kali pertama dengan pemerintah Jepang.
"Kami ingin hemat," lanjut Loetan. Menimba ilmu di Negeri Sakura bukan perkara mudah dan murah. "Kalau mereka sekolah dua tahun di Jepang, Biayanya akan mahal sekali,"
tuturnya.
Saat ini sudah ada lima Program Studi dari empat universitas di Indonesia yang bekerja sama dengan delapan universitas di Jepang. Di Indonesia sendiri yaitu Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia, Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung, Magister Ekonomika Pembangunan dan Magister Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gajah Mada, dan terakhir Magister Administrasi Publik, Universitas Brawijaya.
Sedangkan universitas di Negeri Sakura ada delapan. Mereka adalah Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS), Hiroshima University, International University of Japan, Keio University, Kobe University, Ritsumeikan University, Takushoku University dan Yokohama National University.
Rencananya para penerima beasiswa akan berangkat ke Jepang pada September dan Oktober tahun ini.
Purborini





