APEC Diminta Cari Solusi Putaran Doha

Jum'at, 07 September 2007 | 18:44 WIB

TEMPO Interaktif, Sydney:Para pemimpin negara anggota Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) diminta komitmennya untuk mencari jalan keluar kebuntuan Putaran Doha sejak enam tahun silam. Pertemuan kali ini merupakan yang keempat sejak empat tahun terakhir untuk memperbarui komitmennya penyelesaian Putaran Doha.

"Sebagai pemimpin bisnis, kami sangat kecewa dengan pemimpin APEC yang gagal menutaskan Putaran Doha. Kami kembali mendorong mereka untuk bisa menyelesaikannya tahun ini," kata mantan Kepala Deputi Dewan Penasehat Bisnis APEC, Mark Johnson, Jumat (7/9) di Sydney, Australia.

Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia Pascal Lamy menilai, proses negosiasi Putaran Doha di Jenewa, khususnya di bidang pertanian sejak hari Senin kemarin telah berlangsung baik. Diharapkan, pembicaraan tentang pemotongan tarif bakal dimulai dua pekan yang akan datang. “Jika semua pihak siap membantu penyelesaian negosiasi, proposal negosiasi prinsip dasar tentang subsidi pertanian dan tarif industri yang direvisi siap akhir September dan dibahas pada November,” ujarnya.

Menteri Perdagangan Australia Warren Truss menyatakan, "Perdebatan menteri tentang Putaran Doha adalah bagaimana mencari kesimpulan yang dapat memuaskan seluruh perdagangan multilateral secepat mungkin.” Semua delegasi, kata dia, sudah tahu cara pemecahan untuk mengatasi kebuntuan.

Meski dituding sebagai pihak yang sangat alot diajak bernegosiasi, presiden Amerika Serikat George Bush malah meminta para anggota APEC untuk membantu keluar dari kebuntuan negosiasi yang terjadi di Putaran Doha. Keberhasilan Putaran Doha, menurut dia, akan membuka pasar dan menolong jutaan orang untuk bangkit dari kemiskinan.

"Satu-satunya cara mencapai kemakmuran dan stabilitas ekonomi hanya melalui pembukaan pasar dan perdagangan bebas. Dan ini adalah kesempatan Amerika untuk menunjukkan fleksibilitasnya," kata Bush.

Para pemimpin di pertemuan ini juga akan intensif membicarakan solusi di Putaran Doha. Perbedaan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat tentang subsidi dan tarif di bidang pertanian telah menangguhkan penyelesaian negosiasi yang dimulai sejak 2001.

Dari Jenewa dilaporkan, minggu ini juga tengah berjalan Putaran Doha yang dihadiri perwakilan dari 121 negara. Salah satunya membahas bagaimana masalah tarif dan pembukaan pasar dari negara yang tengah berkembang, seperti India dan Brasil.

Seperti diketahui, pertemuan bisnis APEC yang telah dimulai sejak kemarin, Kamis (6/9) di Sydney, Australia ini semula bernama APEC CEO Summit. Pertemuan tahunan yang digelar sejak 1996 ini ditujukan untuk meningkatkan peluang dialog dan interkasi antara pemimipin ekonomi negara APEC, pengusaha, dan penentu opini dunia.

RR ARIYANI | BBC NEWS | BLOOMBERG | AFP | XINHUA






Komentar Anda

Kirim