EAS Pertegas Bentuk Kerjasama

Senin, 10 September 2007 | 12:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan sepuluh negara ASEAN plus Jepang, Republik Korea dan Republik Rakyat China yang tergabung dalam East Asian Summit (EAS) kembali bertemu untuk mengidentifikasi kerjasama kongkret sektor keuangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertemuan kali ini akan membahas rekomendasi mengenai kerjasama konkret sektor keuangan.

"Ini tak terlepas dari pertemuan-pertemuan sebelumnya yang menyepakati kerjasama swap kalau misalnya terjadi krisis keuangan," kata Sri Mulyani usai membuka EAS 2007 di Gedung Bank Indonesia.

Dia menuturkan, salah satu pembicaraan dalam pertemuan ini adalah soal modal pendanaan yang bisa dijadikan kerjasama untuk mensupport seluruh aktivitas ekonomi. Identifikasi akan dilakukan untuk mencari bagaimana bentuk pengelolaan, mekanisme penggunaan, dan pengawasan atas dana yang dikumpulkan dari anggota EAS.

Seperti halnya pada International Monetary Fund (IMF), dia mencontohkan, dana dikumpulkan secara kolektif dari 184 negara. "Kalau dalam Asian Plus three ini ada kesepakatan seperti itu dan tampaknya akan dirintis seperti itu," katanya.

Tapi dia mengingatkan pertemuan juga akan memperhatikan kekurangan dan kelebihan dari kerjasama ini sehingga dihasilkan multilateralisasi kerjasama yang efektif. "Bahwa kerjasama ini memang sesuai dengan kebutuhan anggotanya dan tidak menambah beban bagi negara partisipan," katanya.

Berbeda dengan pertemuan sebelumnya dua tahun silam, EAS kali ini menggandeng India, Australia dan New Zealand.

AGOENG WIJAYA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: