Rekening Tunggal Mulai 1 Oktober
Senin, 10 September 2007 | 15:32 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan rekening tunggal pemerintah secara nasional akan diberlakukan secara efektif 1 Oktober nanti. "Untuk meningkatkan pengawasan arus masuk dan keluar dana pemerintah," kata Kalla di kediamannya di Makassar.
Penggunaan rekening tunggal ini untuk mencegah dan menertibkan rekening liar atau yang tidak dilaporkan. Rekening itu dikelola oleh Departemen Keuangan. Tujuan lainnya adalah efisiensi manajemen keuangan negara.
Selama ini, kata Kalla, pemerintah agak sulit mengawasi dan memanajemen rekening pemerintah. Bahkan, kadang muncul rekening-rekening baru yang tidak dilaporkan ke perbendaharaan. "Ada dana yang menumpuk di kantor bendahara negara, tetapi ditempat lain kosong," ujar dia.
Pembuatan rekening tunggal juga merupakan salah satu bentuk pengawasan dana ke daerah. Menurut Kalla, pemerintah berkomitmen agar dana-dana daerah terutama untuk infrastruktur tidak lagi disimpan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI)."Dana daerah di SBI harus segera di salurkan untuk pembangunan," ujar Kalla.
Caranya, menurut Kalla, prosedur birokrasi harus dipermudah. sistem penyerapan anggaran pun akan dipercepat. "Kualitas kontraktor juga harus ditingkatkan, dan juga pembelian peralatan kontraktor yang baru karena selama ini alatnya tua-tua sehingga pembangunan agak terlambat," kata dia.
Anton Aprianto





