Pemerintah Targetkan 10 juta Hektar Terumbu Karang 2010
Senin, 10 September 2007 | 18:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kelautan dan Perikanan menargetkan 10 juta hektar kawasan konservasi terumbu karang pada 2010. Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Syamsul Maarif mengatakan, hingga kini kawasan konservasi sudah terealisasi 7,2 juta hektar. "Yang sudah mendapatkan legalitas dari pemerintah 7,2 juta hektar, sedangkan ada 1,5 juta hektar yang belum dilegalisasi," katanya, Senin (10/9).
Bentuk konservasi terumbu karang, kata dia, dilakukan dengan dua cara fisik dan non fisik. Dari segi fisik, pemerintah melakukan penyelamatan terhadap teritorial terumbu karang yang masih bisa diselamatkan. "Penyelamatannya dengan cara menetapkan kawasan tersebut sebagai konservasi," ujarnya. Sedangkan non fisik dengan melakukan kerja sama dengan pemerintah setempat melalui penyuluhan.
Menurut Syamsul, proyek konservasi tersebut menela dana Rp 60 miliar. Dari jumlah itu sebesar Rp 10 miliar dari anggaran pemerintah dan sisanya dari pinjaman luar negeri serta Bank Dunia. Terumbu karang, kata dia, memiliki potensi ekonomi sekitar US$ 2,3 miliar. Setiap kilometer persegi terumbu karang sehat mampu menghasilkan US$ 15.000.
Keberadaan terumbu karang juga telah menyediakan 3,6 juta ton produksi perikanan laut secara keseluruhan.awasan yang menjadi konservasi baru terumbu karang diantaranya, Jawa Barat, Inderamayu, Lombok Timur, dan Selat Alor.
Berdasarkan data Departemen Kelautan dan Perikanan kondisi terumbu karang yang masih dalam kategori baik hanya sekitar 30 persen. Sebanyak 70 persen mengalai kerusakan akibat racun sianida dan bahan peledak.
AGUSLIA HIDAYAH





