Waspadai Rupiah Melemah ke Rp 9.500

Selasa, 11 September 2007 | 09:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Analis Rupiah dari Currency Management Group, Farial Anwar mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan mata uang rupiah atas Dollar Amerika Serikat melemah hingga Rp 9.500. "Kalau nilai tukar mencapai Rp 9.500 dan harga minyak naik, ini bisa menjadi bencana," kata Faria saat dihubungi Tempo, Selasa (11/9).

Saat ini, harga minyak berkisar US$ 70-an per barel. Pemerintah Indonesia menetapkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan asumsi harga minyak US$ 60 per barel dengan kurs rupiah Rp 9.100.

Padahal, saat ini harga minyak terus menanjak sementara nilai rupiah makin melemah. Menurut Farial, jika harga minyak mencapai US$ 80 per barel, sementara pemerintah menggunakan asumsi itu, maka bisa menjadi bencana.

"Kalau harga minyak naik terus, apa pemerintah sanggup subsidi, hitung saja dan bandingkan asumsi harga minyak yang digunakan pemerintah dengan kondisi rupiah dan harga minyak sekarang," komentarnya.

Dia melanjutkan, kalau rupiah terus melemah dan di sisi lain harga minyak terus menanjak, pemerintah sendiri yang rugi. Kalau pemerintah sudah tidak sanggup subsidi, bisa jadi akan ada kenaikan harga BBM. "Ujung-ujungnya rakyat yang menanggung," ujarnya.

Kondisi rupiah atas dollar Amerika Serikat hari ini diperkirakan masih lemah, berada di kisaran Rp 9.390 sampai Rp 9.420. Dia menolak anggapan pemerintah bahwa kondisi ini masih baik dan menguntungkan ekportir.

Menurut dia, eksportir hanya salah satu instrumen di dunia perekonomian. "Anggapan bahwa rupiah ini nyaman itu omong kosong," ujarnya.

Alasan Farial, devisa ekspor justru banyak yang tidak masuk ke dalam negeri tapi diparkir di luar negeri. Selain itu, ekspor terbanyak saat ini berupa hasil tambang mineral dan CPO, yang dinilai tidak menyerap banyak tenaga kerja. Dia menambahkan, kondisi ini hanya menguntungkan segelintir pihak yang mempunyai simpanan mata uang dollar.

Nieke Indrietta

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: