Pemerintah Pertahankan Bea Masuk Jagung
Selasa, 11 September 2007 | 17:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memastikan tidak akan menghapus bea masuk jagung—sebagai pakan ternak—dalam waktu dekat ini. Walaupun harga komoditi terkait dengan jagung seperti ayam dan telur ayam telah naik akibat kenaikan harga pakan ternak belakangan ini. "Tidak bisa langsung. Karena pengaruh terhadap ayam dan telur kan tidak langsung," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Selasa (11/9).
Sebelumnya, kalangan industri pakan ternak meminta pemerintah menghapus bea masuk impor jagung sebesar lima persen. Hal ini dinilai akan membantu industri pakan ternak menekan harga jual untuk mengurangi biaya produksi. Sebab selama ini jagung mengambil porsi 51,4 persen sebagai bahan baku utama pakan ternak.
Selama ini pasokan jagung produksi dalam negeri belum cukup memenuhi kebutuhan industri pakan ternak, makanan olahan, dan industri tepung. Karena itu, industri pakan ternak terpaksa harus diimpor.
Menurut Mari, jika penghapusan bea masuk hanya untuk mengamankan harga telur dan ayam selama puasa bukan dengan menghapus bea masuk. "Harus dilihat secara keseluruhan, apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki efisiensi produksi ternak dan pakan," tuturnya.
RR ARIYANI





