Produsen Mobil Optimis Penjualan Tercapai
Minggu, 16 September 2007 | 19:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua produsen mobil besar di Indonesia yakin target penjualannya akan tercapai pada tahun ini. Hal ini seiring membaiknya kondisi makro ekonomi diantaranya seperti turunnya suku bunga, stabilnya nilai tukar rupiah. "Kami optimistis dapat meraih pangsa pasar 20 persen itu," ujar Presiden Direktur PT Indomobil Sukses International Tbk Gunadi Sindhuwinata kepada Tempo, Minggu (16/9).
Kenaikan penjualan, kata Gunadi, salah satunya didorong oleh penjualan oleh merek Nissan. Hingga bulan lalu, penjualan Nissan naik 2,5 kali lipat dibanding tahun lalu. "Karena itu, kami sedang kejar ke target itu," ucapnya.
Menurut dia, dua masa puncak penjualan mobil yang sebentar lagi ini akan memberi angin segar dengan peningkatan penjualan yang berarti. Kedua masa puncak itu adalah hari raya Lebaran dan Natal atau Tahun Baru. "Kenaikan penjualan bisa dilihat dari beberapa saat sebelum hari raya itu," jelasnya.
Terlebih tren penjualan selama delapan bulan belakangan ini menunjukkan kenaikan. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis pekan lalu menyebutkan sebanyak 41.470 unit mobil terjual selama Agustus, atau naik 47,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 28.066 unit.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto optimistis target pangsa pasar di atas 34 persen bakal tercapai. Terutama didukung oleh merek Avanza, Kijang Innova, Rush, dan Yaris.
Tentang spekulasi anjloknya penjualan mobil akibat kenaikan tarif premi asuransi yang berlaku sejak bulan ini, Joko mengaku belum dapat menghitungnya. Sebab, penerapannya pun tergantung masing-masing perusahaan asuransi. "Yang pasti, data penjualan sejak Januari hingga Agustus memang terus naik. Dan September ini bisa lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya, karena menjelang hari raya Lebaran," ujarnya.
Tahun lalu penjualan mobil nasional mencapai 318.904 unit, atau lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang sebanyak 533.910 unit. Anjloknya penjualan yang mencapai 40,27 persen itu karena kenaikan BBM sekitar 130 persen, tingginya laju inflasi, naiknya suku bunga, dan menurunnya daya beli masyarakat.
Dan tahun ini penjualan mobil diperkirakan bakal bangkit kembali seiring membaiknya perekonomian. Bahkan Ketua Umum Gaikindo Bambang Trisulo yakin penjualan mobil tahun 2007 ini akan menembus 400 ribu unit.
RR ARIYANI




Komentar Anda :