ABN-AMRO Luncurkan Kartu iTravel
Minggu, 16 September 2007 | 22:28 WIB
TEMPO Interaktif, Cebu City, Filipina:ABN-AMRO Bank Indonesia mulai Senin (17/09) resmi meluncurkan Kartu Kredit iTravel atau iTravel Card. Acara peluncurannya sendiri digelar di Cebu City, Filipina Tengah, pada Sabtu (15/09) kemarin.
Menurut Riko Abdurrahman, Head of Cunsumer Finance ABN-AMRO Indonesia, kartu itu cocok bagi mereka yang hobi jalan-jalan, baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu, kata Riko, kartu itu juga cocok buat mereka yang sering melakukan perjalanan bisnis, terutama ke luar negeri.
Sebetulnya, iTravel Card pada dasarnya sama dengan kartu kredit lainnya. Hanya, Riko menambahkan, kartu kredit travel pertama di Indonesia ini memberikan banyak keuntungan. Setiap transaksi ritel di luar negeri yang berhubungan dengan traveling akan mendapatkan instant saving 5% untuk total nilai transaski RP 10 juta pertama. Begitu juga dengan setiap transaksi di dalam negeri, seperti transaski hotel, penerbangan, agen perjalanan, dan pengisian bensin di SPBU.
Lalu, pemegang kartu ini mendapat pelayanan gratis airport lounge, baik dalam negeri maupun mancanegara, seperti di Singapura, Kualalumpur, dan Hongkong. Selain itu, para pemegang kartu kredit ini bila melakukan perjalanan akan mendapatkan asuransi ketidakyamanan perjalanan secara gratis. Dan khusus untuk wisata, ABN-AMRO bekerja sama dengan beberapa agen perjalanan untuk membuat paket perjalanan yang unik dan menarik.
Siapa segmen kartu kredit ini? Menurut Riko, iTravel akan difokuskan kepada segmen AB dengan usia 21-60 tahun. Terutama mereka yang sering bepergian, baik bisnis maupun liburan, di dalam atau luar negeri.
Lantas, kenapa ABN-AMRO berani menerbitkan kartu ini? Menurut Riko, meski sebagai pemain baru di bisnis ini, ABN optimistis peluang bisnis ini masih besar.
Sepanjang tahun 2006 lalu saja, nilai transaksi seluruh pemegang kartu kredit senilai sekitar Rp 50 triliun. Nah, dari total nilai itu keuntungan pasti yang diperoleh penerbit kartu kredit paling tidak 1,6 x Rp 50 triliun = Rp Rp 800 miliar. Apalagi, tutur Riko, total nilai transaski sebesar itu masih bisa ditingkatkan lagi. "Jadi, saya optimistis peluangnya masih sangat besar," katanya.
Nurdin Kalim





