Harga Beras Cenderung Turun

Rabu, 19 September 2007 | 14:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga beras untuk kualitas medium sejak awal bulan puasa ini stabil dan cenderung turun. Besar penurunan yang berkisar Rp 100-150 per kilogram ini terjadi di Pasar Induk Beras Cipinang, Jawa Timur, karena stok melimpah.

"Sejak puasa pertama harga beras turun Rp 150-200 per kilogram. Misalnya jenis IR 64 turun dari Rp 4.650 jadi Rp 4.500 per kilogram, dan beras yang paling murah ada yang turun dari Rp 4.300 menjadi Rp 4.100 per kilogram," ujar Rudi Siswanto, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Rabu (19/9) di Jakarta.

Menurut dia, kalaupun harga beras naik menjelang hari raya Lebaran hanya akan berkisar Rp 100-200 per kilogram. "Naiknya normal saja. Stok kami cukup hingga akhir Lebaran," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Nelly Soekidi, pemilik toko Nellys Jaya. Harga beras termurah di tokonya dengan jenis IR 64-3 turun Rp 100 menjadi Rp 4.300 per kilogram. Begitu juga harga beras IR 64-2 dan IR 64-1 yang turun masing-masing menjadi Rp 4.600 dan Rp 4.800 per kilogram.

"Penurunan rata-rata Rp 100 per kilogram ini karena operasi stabilisasi harga beras oleh manajemen Bulog yang baru. Kalau kita mau simpan beras, jadi tidak berani," kata Nelly.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memastikan pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang saat ini masih normal, yakni 2.250 ton per hari. "Tidak ada masalah dan harga ada kecenderungan turun sejak awal puasa sekitar Rp100-150 per kilogram," katanya.

Dia menegaskan, bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga harga beras, baik di tingkat konsumen maupun petani. "Stok aman, kami tidak ingin harga anjlok karena akan rugikan petani. Kami hanya ingin harga beras stabil," kata Mari.

RR ARIYANI






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: