close

Titik Rawan Macet di Ibu Kota

Senin, 24 September 2007 | 07:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bagi Anda yang akan berkendara menuju kantor, waspadai 44 titik jalan berlubang yang berpotensi macet di Jakarta.

Dalam situs resminya, Polda Metro Jaya melaporkan ke-44 titik tersebut berada di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Di Jakarta Pusat jalan berlubang terdapat di Hayam wuruk Harmoni, Jalan Cut Mutia, samping Fly Over Senen arah utara, Bungur, perlintasan kereta api Pejompongan dan sesudah rel dari Kramat Bunder ke Galur.

Untuk Jakarta Utara, jalan yang rusak ada di Jalan Akses Marunda, perlintasan kereta api Alexus, Jalan Exses Marunda, pos 3 Cilincing, Jalan Kali Baru, Jalan Enggano, dan Jalan Mitra Bahari .

Untuk wilayah Jakarta Barat : Jalan Latumentern Dekat empang bahagia.Diatas Fly Over Grogol Arah Tomang, Jalan Daan Mogot Depan Taman Kota.

Di Jakarta Selatan beberapa ruas jalan berlubang yaitu di Jalan fatmawati, Jalan Bumi, pom bensin Pakubuwono ,jembatan Latuharhari arah selatan maupun utara, Jalan Ciputat, Jalan Gatot Subroto arah Tendean, Putaran Dobrak Asing, Kemang Bawah, Jalan Rasuna Said, perempatan Kuningan arah Mampang, Jalan Jenderal Sudirman di dekat Gedung Departemen Pendidikan Nasional.

Jakarta Timur di antaranya di pintu 1 Kawasan Industri Pulo Gadung, Jalan I Gusti Ngurah Rai arah Barat, Depan Mayasari Bhakti, samping Polsek Matraman, Jalan Lubang Buaya, Pertigaan Terminal Pulogadung, Pintu Masuk Terminal Pulogadung, Jalan Setu, Otista sebelum terminal bus Kampung Melayu, Jembatan Kali Ciliwung arah Halim, Jalan Raya Bogor di depan Gereja HKBP, Jalan TB simatupang depan Makro, Jalan Perindustrian Halim baru, depan UKI arah utara dan selatan.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan