Impor Beras Premium Dikurangi
Selasa, 25 September 2007 | 00:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Umum Bulog mengurangi impor beras premium menjadi 50 ribu ton dari 70 ribu ton yang direncanakan. Pengurangan tersebut dilakukan atas permintaan daerah. "Daerah mengusulkan diturunkan dengan memperhitungan kebutuhan," kata Ketua Panitia Lelang Tender Impor Beras Bulog, Murino Mudjono, Senin (24/9).
Lelang impor beras untuk kualitas premium merupakan pengalaman pertama untuk Bulog. Selama ini Bulog hanya mengimpor beras kualitas di bawah premium untuk golongan masyarakat kelas menengah ke bawah. Impor dilakukan untuk beras kualitas butir pecah (broken) 5, 10 dan 15 persen.
Hasil tender mendapatkan 30 ribu metrik ton kualitas lima persen butir pecah asal Thailand, 10 ribu metrik ton kualitas butir pecah 10 persen, dan 10 ribu metrik ton kualitas butir pecah 15 persen. Pengiriman beras ditetapkan dalam masa September - Oktober 2007. Impor beras kualitas butir pecah 5 persen akan diterima di pelabuhan Jakarta dan untuk kualitas butir pecah 10 dan 15 persen akan diterima di pelabuhan Belawan.
Hingga kini, kata Murino, Bulog belum memutuskan kapan dilakukan sisa impor beras premium 20 ribu ton. Bulog memiliki kewenangan impor hingga Januari 2008.
Menurut Murino, permintaan beras premium di DKI Jakarta 100 ribu ton hingga Januari. Di gudang Bulog tak tersedia beras kualitas premium. Untuk menjaga stabilitas harga, Bulog menargetkan beras kualitas premium sebesar Rp 6.000 per kilogram dengan kualitas butir pecah lima persen. Sementara untuk beras dibawah premium dengan kualitas butir pecah 25 persen sebesar Rp 4.750 per kilogram.
Menurut Direktur Kebijakan Publik Bulog, Waries Patiwiri, Bulog mengurangi impor beras untuk memberi shock therapy atas pergerakan harga beras premium. "Dilihat dulu pengaruhnya. Selain itu, ini juga sebagai bentuk test case karena impor beras premium yang pertama kali," jelasnya.
Bulog akan melakukan operasi stabilisasi pasar untuk beras premium di pasar-pasar tradisional. "Dengan harga stabil, akan redam inflasi," kata Waries.
Ponglarp dan Toepfer International ditetapkan sebagai pemenang tender impor beras premium sebanyak 50 ribu ton. Ponglarp memenangkan tender beras kualitas butir pecah lima persen sebanyak 20 ribu ton dengan dua jenis harga berbeda. Pertama, 10 ribu ton dengan harga US$ 351,88 per metrik ton CNF (cost and freight ) atau total US$ 3,518 juta CNF. Kedua, 10 ribu ton dengan harga US$ 355,88 per metrik ton CNF atau total US$ 3,558 juta CNF. Selain itu, perusahaan ini menang tender beras kualitas butir pecah 10 persen sebanyak 10 ribu ton dengan harga US$ 355,88 per metrik ton CNF atau total US$ 3,558 juta CNF.
Adapun Toepfer International memenangkan tender beras kualitas butir pecah lima persen sebanyak 10 ribu ton dengan harga US$ 358,5 per metrik ton CNF atau total US$ 3,58 juta CNF. Selain itu, perusahaan ini memenangi tender kualitas butir pecah 15 persen sebanyak 10 ribu ton dengan US$ 355 per metrik ton CNF atau total US$ 3,55 juta CNF. Biaya transaksi belum termasuk asuransi 0,12 persen. Beras datang sekitar Septenmber-Desember 2007.
YULIAWATI




Komentar Anda :