Eropa Kembali Tolak Pencabutan Larangan Terbang
Selasa, 25 September 2007 | 01:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Lobi pemerintah kepada Komisi Eropa agar mencabut larangan terbang semua maskapai Indonesia ke Uni Eropa kembali mental. Dalam pertemuan dengan delegasi Indonesia di Montreal, Kanada, pekan lalu Komisi Eropa berkeras menolak permintaan Indonesia.
"Keputusan resmi baru akan dibahas akhir Oktober nanti," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal seusai rapat dengan Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat di gedung parlemen, Jakarta, kemarin.
Menurut Jusman, pertemuan tadi dilakukan di sela-sela sidang Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO). Dalam acara itu Jusman didapuk sebagai ketua delegasi.
Sebelumnya, pada 29 Agustus silam, delegasi Indonesia sduah menemui Komisi Eropa untuk memaparkan kondisi dan pembenahan sektor penerbangan di Indonesia. Delegasi dipimpin oleh Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi Chappy Hakim. Lobi kala itu juga menemui jalan buntu.
Seluruh maskapai Indonesia, dan beberapa maskapai asing, masuk dalam daftar hitam maskapai yang dilarang terbang ke Eropa karena alasan keselamatan. Larangan yang berlaku selama tiga bulan sejak 6 Juli 2007 itu akan dievaluasi pada sidang akhir Oktober. Meski tak ada maskapai nasional yang memiliki rute ke Eropa, larangan terbang sangat memukul citra penerbangan nasional.
Jusman menjelaskan, pemerintah meminta jika pencabutan larangan tak bisa dilakukan untuk semua maskapai setidaknya ada pengecualian untuk Garuda Indonesia dan Mandala Airlines. Alasannya, Garuda masuk kategori pertama dalam keselamatan penerbangan versi Departemen Perhubungan, sedangkan Mandala berencana pembelian pesawat Airbus. Tapi, lobi itu tak mempan.
Dalam pidatonya di sidang ICAO, ia melanjutkan, Indonesia meminta organisasi itu menetapkan standarisasi larangan terbang dari suatu negara terhadap negara lainnya. "Agar tak ada larangan sepihak."
Sejumlah delegasi negara-negara lain, terutama yang terkena larangan terbang, memberikan dukungan. Jusman pun mengaku menyatakan kekecewaan atas larangan terbang tanpa verifikasi itu dalam sidang ICAO.
Harun Mahbub




Komentar Anda :