Departemen Energi: Saham Divestasi Newmont ke Daerah
Selasa, 25 September 2007 | 02:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyatakan penawaran saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara sebesar tiga persen dan tujuh persen kepada pemerintah daerah tetap berlaku. Menurut Direktur Jenderal Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Simon Sembiring, penwaran saham devestasi untuk 2006 dan 2007 kepada pemerintah daerah. "Masih berlaku penawaran kepada pemerintah daerah," katanya, Senin (24/9).
Namun, ketika ditanya tentang rencana penggabungan saham tiga persen dan tujuh persen yang dilakukan Newmont, Simon menolak memberikan penjelasan. “Saya tidak mau komentar soal (penggabungan saham penawaran), tanya saja ke Newmont," ujarnya. Dia mengatakan, skema penawaran adalah urusan Newmont.
Simon mengatakan, kewenangan pemerintah dalam proses divestasi adalah saham tiga persen dan tujuh persen tetap ditawarkan kepada pemerintah daerah. "Saya tidak bilang menolak, saya hanya bicara di batas kewenangan saya, soal surat kau tanyalah Newmont," katanya tentang rencana pemecahan saham divestasi oleh Newmont.
Sebelumnya, Simon telah mengirim surat pada 19 September 2007 kepada Newmont Nusa Tenggara untuk segera menyelesaikan divestasi saham 2006 dan 2007. Penyelesaian divestasi dilakukan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Barat Zulkifli Muhadly mengatakan, pihaknya akan melakukan beauty contest untuk memilih salah satu dari enam investor yang akan mendanai proses divestasi. Menurut dia, Rabu (26/9) DPRD Kabupaten Sumbawa Barat akan melakukan pertemuan dengan konsultan Capriole Consulting untuk menentukan investor. Menurut juru bicara Newmont Nusa Tenggara, Lalu Mahfi, pada hari yang sama Presiden Direktur Newmont Pacific Nusantara Martiono Hadiantor akan bertemu dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata di Mataram.
Enam investor yang menyatakan akan membiayai pembelian saham Newmont adalah Danatama Makmur (perusahaan sekuritas), Recapital (perusahaan sekuritas), Credit Suisse (lembaga keuangan), Newmont Indonesia Ltd-Nusa Tenggara Mining Corporation (pemegang saham Newmont Nusa Tenggara), Bumi Resource (perusahaan tambang yang terafiliasi dengan keluarga Bakrie) dan Dharma Henwa (kontraktor pertambangan).
Zulkifli mengatakan, dengan menguasai tiga persen saham pihaknya akan mendapatkan deviden US$ 6 juta dari deviden Newmont yang mencapai US$ 200 juta per tahun. "Deviden itu untuk kami semua. Investor mitra yang membiayai pengambilan saham mendapatkan banyak peluang usaha dari operasional tambang," ujarnya kepada Tempo di Taliwang, Sumbawa Barat.
Menurut dia, peluang usaha yang akan didapatkan dari kegiatan operasional tambang antara lain sebagai pemasok solar yang mencapai Rp 80 miliar per bulan. Selain itu kewajiban membangun smelter jika ketentuan baru diberlakukan, maka yang akan diekspor adalah lempengan tembaga dan bukan konsentrat.
NIEKE INDRIETTA | SUPRIYANTO KHAFID





