Bisi International Bangun Pabrik Baru

Selasa, 25 September 2007 | 03:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bisi International Tbk. akan membangun pabrik pengolahan jagung dan padi dengan nilai investasi Rp 72 miliar di Pare, Kediri. Dana investasi itu merupakan sebagian dari 40 persen hasil penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) Mei lalu, yang dikhususkan untuk ekspansi usaha.

Direktur Keuangan Bisi Internasional Setiadi Setiokusuo mengatakan pabrik tersebut akan segera dibangun dalam waktu sekitar 1-2 bulan ke depan. Saat ini proses negosiasi pembebasan tanah tanah sudah selesai. “Targetnya, tahun depan pembangunannya bisa selesai,” ujarnya kepada Tempo pekan lalu.

Dia menjelaskan nantinya pabrik tersebut akan meberikan kontribusi tambahan terhadap produksi jagung sebesar 10 ribu ton. Sehingga, produksi jagung perseroan pada 2008 diharapkan akan meningkat dari pada target tahun ini sebesar 20 ribu ton menjadi 30 ribu ton.

Menurut Setiadi, untuk melancarkan produksi jagung tersebut, Bisi juga menjalin kerja sama dengan para petani sekitar. Kami buat bibit, lalu kerja sama dengan petani untuk menanam. Hasilnya kami beli lagi dari petani dan kemudian dijual ke toko pertanian,” ujarnya. .

Pada Juli lalu, Bisi juga telah melakukan penjajakan (road show) ke sejumlah investor di Singapura. Tujuannya adalah untuk melakukan tes pasar, sehingga investor saham lebih mengenal saham Bisi dan aktif mentransaksikan saham perseroan.

Wakil Direktur Utama Bisi Internasional Thomas Effendi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa saham Bisi masih belum likuid dan kurang aktif ditransaksikan oleh para investor saham. Alasannya, perseroan baru saja menjadi perusahaan publik setelah IPO Mei lalu. “Kami ingin transaksi saham kami di BEJ lebih aktif,” ujarnya (Koran Tempo, 11 Juli 2007).

Sepanjang tahun ini Bisi mentargetkan adanya peningkatan penjualan sekitar 35 persen menjadi Rp780 miliar. Sedangkan laba bersih dipatok akan mencapai angka Rp 95 miliar, atau meningkat 50 persen dari tahun lalu. “Kontribusi terbesar tetap jagung. Performance sampai dengan Agustus sudah mencapai 70 persen,” ujar Setiadi.

Sedangkan mulai tahun 2008, Bisi menargetkan adanya pertumbuhan penjualan dan laba antara 20-25 persen per tahun. Target ini bisa dicapai dengan asumsinya, banyak lahan di Indonesia yang belum tergarap untuk bisnis hibrida. Potensi lahan nasional 10 juta hektare tapi baru tergarap sekitar 22.500 hektare.

Untuk belanja modal tahun 2008, diperkirakan akan mencapai sekitar Rp 30-40 miliar. Sumber dana belanja modal ini sepenuhnya akan berasal dari kas internal.

WAHYUDIN FAHMI

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: