Harga Minyak Mentah Dunia Mulai Turun
Selasa, 25 September 2007 | 08:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Harga minyak mentah dunia mulai turun seiring dengan pulihnya kembali produksi minyak di ladang Meksiko.
British Petroleum Plc, Royal Dutch Shell Plc, dan perusahaan minyak dunia lain kini telah memperbaiki 70 persen produksinya. Mereka sempat berhenti operasi pekan lalu akibat badai yang merusak formasi ladang minyak.
"Dengan kembalinya berproduksi, ditambah kondisi alam yang kondusif, harga minyak mentah US$ 80 per barel," ujar Tom Hartmann, broker komoditi minyak di Altavest Worldwide Trading Inc, hari ini.
Seperti dicatat dalam perdagangan New York Mercantile Exchange, harga minyak untuk pengantaran November telah turun 0,7 persen menjadi US$ 80,37 per barel. Harga minyak dalam kontrak pun turun 0,8 persen menjadi US$ 80,95 per barel kemarin.
Angka ini jauh turun dibanding 20 September lalu, saat minyak menyentuh rekor harga tertinggi sejak 1983, yakni US$ 83,9 per barel.
Eric Wittenauer, analis dari AG Edwards & Sons Inc., memprediksi harga minyak mentah masih akan tertekan karena pulihnya ladang minyak Meksiko. "Permintaan minyak akan direvisi menurun, itu juga akan menekan harga minyak," kata dia.
Steve Bellino, Presiden Manajemen Risiko Energi dari MF Global Ltd., memperkirakan tidak akan ada kenaikan harga minyak mentah di masa mendatang. "Kecuali ada kejadian yang tidak diprediksi, seperti badai atau perang di Timur Tengah," ujar Bellino.
Ladang minyak di Meksiko memproduksi seperempat total produksi minyak Amerika dan menyumbang separuh pendapatan negara.
Produksi minyak di kawasan ini turun 251.285 barel per hari atau 19 persen pada siang kemarin. Pada 21 September lalu—ketika terjadi evakuasi dari badai—sebanyak 814.578 barel atau 63 persen dari potensi produksi wilayah terhenti.
RR Ariyani | Bloomberg




Komentar Anda :