DPR Akan Ajukan Interpelasi BLBI
Kamis, 27 September 2007 | 11:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat berencana mengajukan interpelasi Bantuan Likudiditas Bank Indonesia.
Menurut Koordinator interpelasi Andi Rahmat dari Partai Keadilan Sejahtera, sidang paripurna rencananya akan digelar pekan depan. Saat ini, lebih dari 70 anggota dewan sudah menandatangani pengajuan interpelasi tersebut. "Kami harapkan yang ikut tandatangan akan lebih banyak lagi," kata Andi di Jakarta.
Interpelasi ini diharapkan mampu mendorong upaya penuntasan dosa sejarah ekonomi Indonesia pasca krisis moneter yang sejak sepuluh tanun ini tak kunjung terjawab. Sejumlah elit yang terlibat dan mengetahui proses pengucuran BLBI, kata Andi, terlihat masih ada keengganan untuk berbicara. "Diharapkan dengan interpelasi ini bisa membuka pintu dan sekat-sekat yang menghambat," kata dia.
Tak jelas apa yang dimaksud Andi dengan sekat-sekat itu, tapi menurutnya, masalah BLBI tak kunjung digarap karena adanya kesungkanan politik dari pemerintah sekarang terhadap pemerintahan masa lalu yang membuat kebijakan BLBI. Menurut dia, masalah Surat Keterangan Lunas (release and discharge) tentu masih menjadi teka-teki tetapi yang lebih penting ditanyakan adalah proses menuju release and discharge itu.
Para anggota penyokong interpelasi BLBI juga berharap proses pengungkapan kembali kasus BLBI oleh Kejaksaan Agung bisa lebih bergairah karena mendapat angin politik yang kuat dari Senayan. Andi membantah bahwa upaya pengungkapan ini berkaitan dengan konflik dua taipan Anthony Salim dan Gunawan Yusuf.
AGUS SUPRIYANTO





