Australia Danai Pembangunan Jalan
Kamis, 27 September 2007 | 18:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah Australia menandatangani perjanjian pemberian bantuan lunak senilai Rp 2,3 triliun atau sekitar AUS$ 300 juta untuk meningkatkan kualitas jalan dan jembatan di kawasan timur indonesia.
Pinjaman itu akan dikembalikan dalam jangka waktu 40 tahun dengan bunga 0 persen tanpa ongkos atau biaya apapun.
Duta Besar Australi Bill Farmer mengatakan, program bantuan itu akan digunakan untuk memperbaiki sekitar 750-1000 km jalan dan jembatan nasional khususnya di kawsan timur indonesia. Tujuannya, utnuk menurunkan biaya dan waktu perjalanan. "Masyarakat desa terpencil di kawasan timur akan mendapatkan akses yang lebih baik sehingga bisa meningkatkan sosial ekonomi mereka," katanya di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, hari ini.
Dia menjelaskan bahwa selain bantuan tersebut, pemerintah Australia memberikan bantuan hibah senilai AUS$ 28 juta atau sekitar Rp 219 miliar untuk perencanaan dan perancangan penyelesaian pekerjaan rekayasa.
Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan priorits awal peningkatan jalan tersebut meliputi wilayah pesisir selatan dan timur, di Sulawesi Selatan dan Tenggara, Kalimantan Barat dan Selatan, Bali, Maluku, NTB dan NTT untuk kelas 8 ton. Artinya jalan tersebut mampu menahan beban hingga seberat 8 ton.
"Rencana awal akan diberikan untuk mengganti jembatan-jembatan di Sulawesi Utara, yang disapu banjir pada awal 2006," kata Hermanto.
Dia melanjutkan, pekerjaan konstruksi akan dimulai awal 2008 hingga 2010. Diharapkan pada 2011, seluruh prasarana jalan yang dibangun bisa mulai digunakan.
Wilayah Papua, lanjut dia, juga termasuk dalam program ini. Namun pengerjaannya tidak pada 2008. Tetapi menunggu studi yang lebih mendalam mengenai kebutuhan jalan dan infrastruktur di Papua. "Fokusnya lebih kepada pembangunan jembatan," katanya.
EKO NOPIANSYAH





