Investor Asing Kembali Borong SUN dan SBI

Kamis, 27 September 2007 | 19:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dana investor asing yang diparkir di surat utang negara (SUN) dan sertifikat Bank Indonesia (SBI) triwulan kedua meningkat dibandingkan triwulan pertama tahun ini. Saat ini jumlah dana asing di SUN mencapai Rp 81,8 triliun naik dari sebelumnya Rp 63,6 triliun. Sedangkan dana yang disimpan di SBI Rp 38 triliun, naik dari Rp 19,4 triliun.

Direktur Direktorat Statistik Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Triyono Widodo mengatakan aliran dana asing yang masuk dalam investasi jangka panjang meningkat 42,8 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Meningkatnya dana asing ini, kata dia, tidak mempengaruhi cadangan devisa. Sebabnya dana tersebut masuk melalui pasar sekunder. Peningkatan porsi asing di SBI dan SUN, kata dia, menyebabkan transaksi finansial di sektor publik meningkat signifikan, yaitu dari defisit US$ 2 miliar menjadi surplus US$ 2,3 miliar pada triwulan kedua 2007.

Peningkatan transaksi paling besar adalah di sektor non migas yaitu 84,3 persen. Sedangkan di sektor migas naik 9,3 persen. Kenaikan ini, didorong oleh meningkatnya keuntungan perusahaan modal asing (PMA) yang diinvestasikan kembali (reinvest earning).

Bank Indonesia juga mencatat kenaikan cadangan devisa. Pada triwulan ini, cadangan devisa mencapai US$ 50,9 miliar, naik US$ 3,7 miliar dari triwulan sebelumnya US$ 47,2 miliar.

Sedangkan neraca pembayaran pada akhir tahun ini, diperkirakan akan surplus US$ 11,45 miliar. Pada triwulan kedua, surplus neraca pembayaran adalah US$ 3,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan surplus triwulan kedua tahun lalu yaitu US$ 3,4 miliar.

Kontribusi terbesar berasal dari transaksi berjalan yang diperkirakan surplus US$ 10,8 miliar atau lebih tinggi dari 2006 sebesar US$ 9,9 miliar.

"Prospeknya membaik karena kuat kinerja ekspor non migas kuat yang ditopang pertumbuhan ekonomi dunia yang lebh baik," kata Triyono di Gedung Bank Indonesia di Jakarta kemarin.

Derasnya arus modal asing ke indonesia (capital inflow) dalam bentuk investasi protfolio telah mendorong surplus transaksi modal dan finansial US$ 2,1 miliar pada triwulan kedua. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 25 juta.

EKO NOPIANSYAH I GUNANTO E.S






Komentar Anda

Kirim