7,5 Persen Rumah Berada di Daerah Rawan Bencana
Jum'at, 28 September 2007 | 07:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sekitar 7,5 persen rumah tangga di Indonesia membangun rumah di atas daerah rawan bencana, baik alam maupun buatan.
Sekretaris Menteri Negara Perumahan Rakyat, Noer Soetrisno, mengatakan ini disebabkan tak adanya pelarangan dari pemberi ijin tinggal.
"Karena pembiaran sebebasnya. Orang tak tahu, tapi pada akhirnya jadi masalah kita bersama," kata Noer di sela-sela pembukaan Workshop Hari Habitat Nasional di Hotel Binakarna, kemarin (27/9).
Ia menegaskan bahwa masalah ini harus segera diselesaikan. Sebab, bencana yang terjadi dalam 30 tahun terakhir telah meningkat empat kalinya. "Sebelum 1975, terjadi 100 kali (bencana) per tahun," ujarnya. Saat ini, lanjut dia, menjadi 400 kali dalam setahun.
Untuk memeringati Hari Habitat Dunia tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memilih tema "A Safe City is Just A City". "Kota yang baik akan terwujud bila didukung keamanan dan keadilan," tutur Noer.
Lebih lanjut ia menjelaskan, faktor keamanan itu antara lain ketertiban, gangguan keamanan dan kriminalitas, termasuk keamanan dalam menghuni tempat agar tak banyak investasi yang terbuang.
"Juga memberikan masyarakat tempat tinggal yang sesuai dengan harkatnya dan kepastian kehunian, tak ada penggusuran," kata dia.
Rieka Rahadiana
Topik :




Komentar Anda :