Pertamina Usul Dividen Dihapuskan

Senin, 01 Oktober 2007 | 13:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari Sumarno mengusulkan supaya setoran dividen kepada pemerintah ditiadakan. "Kalo bisa tidak ada dividen," kata Ari di Gedung DPR sebelum mengikuti rapat tertutup dengan Komisi Keuangan DPR, Senin (1/10).

Alasannya, kata dia, agar Pertamina bisa mengembangkan perusahaannya. Apalagi saat ini kegiatan eksplorasi Pertamina meningkat. Dia membandingkan dengan Petronas, perusahaan minyak dan gas milik negara Malaysia yang tidak pernah membayar dividen untuk mengembangkan perusahaannya. "Semua keuntungan mereka dipakai perusahaan, sekitar US$ 25 miliar," katanya.

Kalaupun wajib menyetor dividen, menurut Ari, besaran dividen Pertamina idealnya sekitar 30 persen dari keuntungan. "Kalau dinaikkan lagi bagaimana kami bisa berkembang," ujarnya.

Dia menjelaskan Pertamina mempunyai banyak proyek yang pendanaannya dari modal sendiri. Biaya eksplorasi juga sedang tinggi, sementara pembiayaan eksplorasi juga tidak bisa menggunakan dana dari bank. "Saya kan masih punya proyek yang dibiayai pakai ekuiti sendiri. Kalo tidak, penilaian di luar repot dong," katanya.

Untuk itu, tahun depan, Pertamina mentargetkan besaran dividen tidak lebih dari Rp 9 triliun. "Tapi sebenarnya kami minta Rp 7 triliun," ujar Ari. Angka itu turun dari besaran dividen tahun sebelumnya yaitu Rp 11,7 triliun.

Nieke Indrieta






Komentar Anda

Kirim