Apersi Tolak Penggabungan BTN dengan Bank Lain
Selasa, 02 Oktober 2007 | 07:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Asosiasi pengembang perumahan dan permukiman seluruh Indonesia (Apersi) menolak penggabungan Bank Tabungan Negara (BTN) dengan bank BUMN lain. "Sebab tidak ada jaminan pasti kalau BTN akan tetap fokus pada kredit perumahan," kata Ketua Apersi, Fuad Zakaria dalam jumpa pers di Jakarta kemarin.
Menurut dia, setelah bergabung dengan bank lain, tidak menutup kemungkinan BTN akan beralih ke sektor bisnis yang lebih menggiurkan. Saat ini BTN adalah bank yang fokus pada perkreditan rumah. "Kalau BTN tidak ada lagi, siapa yang akan jadi mitra pengembang dan masyarakat kecil," ujar Fuad.
Yang dibutuhkan BTN saat ini adalah modal. Itu bisa dicari dengan obligasi, IPO, atau strategi partner seperti bekerja sama dengan Jamsostek dan lembaga dana pensiun.
Fuad menjelaskan, kondisi BTN saat ini dalam keadaan sehat. Kinerjanya bagus dan memiliki stok Rp 2 triliun sampai akhir tahun. Selain itu, subsidi tahun 2008 sebesar Rp 800 miliar dan jumlah kredit bertambah dari 80 ribu unit menjadi 110 ribu unit.
Aguslia Hidayah





