Suku Bunga Bank Indonesia Tetap 8,25 Persen

Senin, 08 Oktober 2007 | 15:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia memutuskan kembali menahan tingkat suku bunga bulanan (BI rate) 8,25 persen.

Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda S. Goeltom mengatakan kondisi perekonomian triwulan ketiga masih sangat terjaga meski sedikit tertekan subprime mortgage. Proyeksi inflasi 2007 sebesar 6 plus minus 1 persen juga diperkirakan bakal tercapai akhir tahun ini.

"Kami memandang BI Rate 8,25 persen masih mampu memberi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi," kata Miranda menirukan kesimpulan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah usai Rapat Dewan Gubernur di Kantor Bank Indonesia.

Dia menjelaskan, ekspansi perekonomian berlanjut pada triwulan ketiga ini. Pertumbuhan ekonomi berpotensi mencapai 6,2 persen yang didukung peningkatan konsumsi pemerintah dan kinerja ekspor. Nilai tukar rupiah juga kembali menguat akibat mulai kembalinya arus modal masuk September lalu, konsistensi kebijakan moneter, dan cadangan devisa yang melebihi 52 miliar dolar AS. "Ini bukti (perekonomian) kita berdaya tahan terhadap goncangan subprime mortgage," ujar Miranda.

Dia mengingatkan, bank sentral membaca masih ada ketidakpastian soal proses penyesuaian pasar keuangan golal terhadap subprime mortgage. "Ini menuntut konsistensi kehati-hatian kebijakan moneter," katanya.

Bank Indonesia juga menilai kinerja perbankan bakal membaik. Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad mengatakan penyaluran kredit hingga Agustus 2007 mencapai Rp 21,2 triliun atau tumbuh 21,79 persen (yoy). Pertumbuhan lebih lamban terjadi pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang hanya mencapai Rp 13,4 triliun. "Kami tetap yakin target pertumbuhan kredit 22 persen akhir tahun ini akan tercapai," kata dia.

AGOENG WIJAYA

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: