Perbankan Diminta Perhatikan Resiko Kredit Akhir Tahun
Senin, 08 Oktober 2007 | 15:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia mengingatkan perbankan memperhatikan resiko kredit konsumsi menjelang akhir tahun.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad mengatakan, kinerja perbankan memang terus membaik. Penyaluran kredit pada Agustus 2007 mencapai Rp 21,2 triliun atau tumbuh 21,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh lebih lamban sebesar Rp 13,4 triliun.
Tapi kata Muliaman, bank sentral meminta agar kualitas kredit tetap diperhatikan disamping meningkatkan kuantitas yang disalurkan. Menurut dia, masa lebaran dan menjelang akhir tahun biasanya menimbulkan tekanan terhadap kualitas kredit perbankan, terutama untuk kredit konsumsi-kendaraan bermotor.
"Perbankan harus menekankan pentingnya manajemen resiko," kata Muliaman.
Selain membaiknya kinerja intermediasi perbankan, Muliaman juga mengungkapkan membaiknya tingkat kredit bermasalah atau non performing loan . NPL gross turun dari 6,46 persen menjadi 6,31 persen, sedangkan NPL (net) turun dari 2,96 persen 2,84 persen.
"Sebenarnya tidak terlalu drastis boleh dikatakan relatif stabil," ujarnya.
AGOENG WIJAYA





