Pertamina Minta Obligasi Khusus PLN Terdaftar di Bursa

Selasa, 09 Oktober 2007 | 16:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari Sumarno meminta agar obligasi khusus PT PLN (Persero) bisa diperjualbelikan.

Obligasi khusus itu rencananya diterbitkan sebagai usaha pelunasan utang biaya bahan bakar minyak PLN pada Pertamina. "Kami minta bond yang terdaftar di pasar bursa jadi bisa diperjualbelikan," kata Ari di Gedung Pertamina, Jakarta, Selasa (9/10).

Kegunaannya, menurut Ari, supaya ketika Pertamina membutuhkan uang, Pertamina bisa menjual obligasi tersebut. Tapi ketika keadaan sebaliknya, obligasi bisa disimpan. "Kalau tidak perlu ya kita simpan saja kan, ada bunganya," ujarnya.

Penerbitan obligasi khusus itu merupakan hasil rapat kerja Panitia Anggaran DPR bersama Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro pada Oktober lalu.

Utang PLN kepada Pertamina berasal dari pembelian bahan bakar minyak untuk kebutuhan pembangkit listrik. Hingga saat ini utang PLN kepada Pertamina tercatat sekitar Rp 22 triliun. Utang berjalan untuk tahun 2007 sebesar Rp 7 triliun. Dari Rp 22 triliun, Pertamina telah menerbitkan surat penagihan hingga Rp 17,5 triliun.

Sebelumnya diberitakan, PLN dan Pertamina telah menyepakati skema penyelesaian dengan menggunakan skema obligasi, dalam delapan tahun mulai 2008 sampai tahun 2015 secara bertahap. Dengan asumsi SBI 2007 adalah 8,25 persen selanjutnya turun 0,25 persen tiap dua tahun.

Nieke Indrietta

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :