Pemerintah Sanggupi Tambah Setoran Dividen
Selasa, 09 Oktober 2007 | 20:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyanggupi kenaikan setoran dividen Badan Usaha Milik Negara sebesar Rp 26 triliun. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil mengatakan, jumlah tersebut masih bisa dipenuhi. "Saya pikir masih oke," katanya di Istana Negara, di Jakarta kemarin.
Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah telah bersepakat menaikan setoran dividen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dari Rp 21,4 triliun menjadi Rp 26 triliun.
Sekitar Rp 2,6 triliun, adalah dividen interim BUMN yang disetorkan pada 2007. Sisanya, Rp 1 triliun akan digunakan untuk belanja pemerintah pusat dan daerah, sedangkan Rp 2 triliun akan dibahas lagi untuk dikembalikan ke BUMN dalam bentuk penyertaan modal negara.
Dia juga menegaskan, kenaikan dividen tidak akan memberatkan pemerintah. "Saya pikir Insya Allah tidak (memberatkan)," katanya. Sofyan memperkirakan, laba perusahaan negara tahundepan bakal naik 20 persen dibandingkan tahun ini.
Kinerja perusahaan pelat merah juga akan semakin membaik. "Oleh sebab itu pengambilan dividen masih managable," kata Sofyan.
Panitia Kerja Badan Usaha Milik Negara, Komisi Keuangan, Dewan Perwakilan Rakyat, sebelumnya memperkirakan laba bersih perusahaan negara tahun depan akan naik. Pada 2006 lalu, laba bersih mencapai Rp 54,3 triliun. Tahun depan, laba bersih ditaksir akan melonjak menjadi Rp 67 triliun. Semula pemerintah mentargetkan laba bersih tahun depan akan berkisar Rp 63,4 triliun.
Sofyan pernah meminta dividen perusahaan negara dikurangi. Dana itu sebaiknya digunakan untuk membiayai ekspansi perusahaan. Namun Dewan justru berpendapat sebaliknya. Setoran dividen bisa digenjot lantaran harga minyak dunia naik, kinerja perusahaan milik negara membaik dan kenaikan komoditas bahan tambang lainnya. Selain itu, harga produk pertanian meningkat dan ekspansi kredit investasi untuk memperbaiki sektor riil.
FANNY FEBIANA





