Harga Minyak Tembus 88 Dolar
Selasa, 16 Oktober 2007 | 21:03 WIB
TEMPO Interaktif, London:
Harga minyak di pasaran dunia terus merangkak naik dan mencapai rekor tertingginya di angka 88 dolar AS per barel. Rekor ini tercipta dalam tiga hari terakhir akibat akibat kuatnya permintaan dan tekanan di kawasan penghaasil minyak di Irak bagian utara.
Investor sudah mengantisipasi kenaikan harga akibat ketegangan di Turki dan separatis wilayah Kurdi di Irak Utara ini. Kabinet Turki minta restu kepada parlemennya untuk melancarkan serangan terhadap separatis. Ekspor minyak Irak melalui Turki secara sporadis dimulai pada 2003, selain itu Turki menjadi pipa penyalur untuk ekspor minyak Kaspian ke Mediterania.
Selain itu, kenaikan harga makin menggila karena ketatnya permintaan menjelang musim dingin dan lemahnya dolar Amerika Serikat. Tapi beberapa analis mengatakan kehancuran kredit global menjadi faktor terbesar naiknya harga minyak.
Langkah Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menurunkan suku bunganya dan menambah likuiditas miliaran dolar ke sistem perbankkan, menurut beberapa kalangan, dianggap sebagai pertaruhan satu arah.
Itulah antara lain yang mendorong harga minyak menanjak sejak pertengahan Agustus lalu. Berawal dari harga US$70, lalu menanjak 10 persen sejak 9 Oktober. Rentetan kenaikan harga dan penurunan suku bunga ini juga melemahkan dolar. Akibatnya, harga emas dan platinum juga membuat rekor baru.
Sejarah harga minyak tertinggi sebelumnya tercatat pada angka US$ 90,46 di tahun 1980. Ketika itu revolusi Iran baru setahun berlalu dan perang Iran-Irak dimulai. Dan tahun ini, harga rata-rata minyak adalah US$ 67 per barel. Purborini/Reuters





