Ratusan Peti Kemas Menumpuk di Pelabuhan

Rabu, 17 Oktober 2007 | 01:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan peti kemas menumpuk di sejumlah terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, karena aktivitas bongkar-muat menurun tajam selama libur panjang Lebaran.

Penumpukan tersebut misalnya, tampak di Terminal Peti Kemas Koja. Peti-peti kemas yang menumpuk tersebut kebanyakan berisi barang-barang non-kebutuhan pokok. Jalan-jalan di sekitar area terminal juga tampak lengang, hanya sedikit kendaraan pengangkut yang beroperasi.

Kondisi itu berbeda dengan hari normal, ratusan truk keluar-masuk terminal membawa barang yang sudah diturunkan dari kapal. Pemerintah menetapkan cuti bersama Lebaran pada 12-19 Oktober, lebih panjang dari jadwal semula 12-16 Oktober. "Sehingga kegiatan bongkar muat baru akan aktif pada 19 Oktober," kata seorang petugas pelabuhan yang enggan disebut namanya di Jakarta kemarin.

Pelabuhan Tanjung Priok dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Di sini ada empat terminal peti kemas, yakni Jakarta International Container Terminal, Terminal Peti Kemas Koja, PT Multi Terminal Indonesia dan Terminal Konvensional.

Juru bicara Pelindo II Hendra Budhi menjelaskan, aktivitas bongkar muat kapal barang di Pelabuhan Tanjung Priok sebenarnya normal. Namun, barang-barang bagi kebutuhan masyarakat luar Jakarta belum bisa keluar pelabuhan karena truk gandeng (trailer) dilarang beroperasi sejak empat hari sebelum Lebaran (H-4) hingga dua hari setelah Lebaran (H+2).

Meskipun sejak Senin lalu larangan tersebut telah berakhir, kata Hendra, penumpukan barang tetap terjadi karena pelayanan administrasi dari petugas Bea dan Cukai tidak selancar hari-hari normal. "Tanpa pelayanan memadai, barang tak lancar keluar pelabuhan" ujarnya kemarin.

Namun, Direktur Jendral Bea dan Cukai Anwar Supriyadi membantah hal tersebut. Dia menegaskan, petugas Bea dan Cukai di pelabuhan Tanjung Priok tetap memberikan pelayanan meski pemerintah menetapkan cuti bersama. "Yang libur hanya bagian yang tak berhubungan langsung dengan pelayanan."

Direktur Pelaksana PT Multi Terminal Indonesia Basir Sumirat mengakui terjadi penumpukan peti kemas di terminalnya. “Tapi masih belum melebihi kapasitas," ujarnya di Jakarta kemarin.

Manajer Pemasaran Terminal Peti Kemas Koja Achmad Syaichu menambahkan, yang paling banyak menumpuk adalah barang-barang impor, dengan rasio keterisian lapangan mencapai 65 persen. "Sedangkan penumpukan barang ekspor hanya sedikit, keterisian lapangan hanya sekitar 22 persen."

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ernovian G. Ismy, pengusaha terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mempercepat pengeluaran barang dari pelabuhan, sebelum H-4
"Jika tidak dipercepat, barang-barang kami akan menumpuk di pelabuhan dan biayanya akan bertambah besar.”

Sebelumnya, para pengusaha sudah mengeluhkan cuti bersama yang terlalu panjang juga mengganggu distribusi barang. Sebab, kata Thomas Darmawan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, truk-truk pengangkut menumpuk saat arus balik pemudik akhir pekan ini (Koran Tempo<>/I, 16/10). YULIAWATI| GABRIEL WAHYU TITIYOGA






Komentar Anda

Kirim