Aksi Ambil Untung Akan Dominasi Perdagangan Saham
Rabu, 17 Oktober 2007 | 09:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Aksi ambil untung dan jual saham diperkirakan akan mewarnai perdagangan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) hari ini. Akumulasi beli saham yang berlangsung satu pekan sebelum libur Lebaran, ditambah sentimen negatif bursa regional menjadi alasan rasional para pelaku saham.
"Sebelum libur panjang, biasanya ada aksi profit taking. Minggu kemarin itu tak terjadi, jadi kemungkinan sekarang," ujar analis Mandiri Sekuritas, Laksono Widodo, Jakarta (17/10). Sejak awal bulan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan 11,8 persen atau 279 poin hingga posisi penutupan terakhir yang mencatat rekor 2.638,21.
Menurut Laksono, dampak sentimen negatif bursa regional hanya sesaat. "Gejolaknya kemungkinan hanya sesaat. Secara fundamental, ekonomi kita masih membaik," katanya.
Sentimen negatif mewarnai bursa saham regional sejak awal pekan ini. Bursa saham Amerika anjlok diikuti bursa saham Eropa dan Asia. Menurut Bloomberg, bursa saham Amerika anjlok akibat pernyataan Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke yang mengatakan pengaruh kredit macet perumahan Amerika (subprime mortgage) akan menyeret perekonomian hingga tahun depan.
Dalam pidatonya di New York , kata Bernanke sangat awal untuk mengukur seberapa besar dampak resesi perumahan akan mempengaruhi belanja konsumen dan bisnis. Para analis memprediksikan, kegagalan kredit perumahan akan menurunkan keuntungan banyak perusahaan.
Pada perdagangan bursa Amerika kemarin, bursa sahan Dow Jones turun 71,86 poin atau turun 0,5 persen menjadi di level 13.912.94. Indeks Nasdaq turun 16,14 poin atau turun 0,6 persen menjadi 2.763,91.
Yuliawati





