Rupiah Diprediksi Masih Stagnan
Jum'at, 19 Oktober 2007 | 08:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski berpeluang menguat, nilai tukar rupiah diperkirakan belum segera terdongkrak. "Belum hari ini, permintaan dolar masih tinggi," kata pengamat pasar uang PT Permata Bank Suryanto Chang ketika dihubungi, Jumat (19/10).
Peningkatan peringkat utang pemerintah oleh lembaga pemeringkat Moody's Investor Services, menurut Suryanto, juga tidak memicu penguatan rupiah. "Reaksinya sepi, karena sebelumnya sudah diberitahukan," katanya.
Ia menjelaskan, rupiah sebenarnya berpeluang menguat seiring kecenderungan pelemahan nilai tukar dolar Amerika. "Pasar prediksi bunga di sana turun," ujarnya.
Namun, ia memperkirakan, hari ini rupiah bergerak stagnan dalam kisaran 9.070-9.100. Pada transaksi kemarin, rupiah ditutup stagnan di level 9.090 per dolar Amerika.
Analis Kresna Securities Gifar Indrasakti juga berpendapat, peluang penguatan rupiah karena didorong tertekannya nilai tukar dolar terhadap mata uang regional.
Harun Mahbub





