Pengusaha Bus Tekor

Senin, 22 Oktober 2007 | 05:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pengusaha bus mengklaim mengalami kerugian selama melangsungkan pelayanan transportasi Lebaran.

"Dari laporan (pengusaha) yang saya terima, bukannya panen, malah tekor," kata Ketua Umum Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Murphy Hutagalung ketika dihubungi kemarin.

Menurut dia, hal itu karena biaya operasional tidak tertutup jumlah penumpang. Biaya operasional selama Lebaran membengkak karena kemacetan. "Hanya bisa narik setengah rit dari biasanya," kata Murphy.

Sementara itu, kata dia, jumlah penumpang tidak banyak. "Load factor hanya 60 persen," ujarnya. Lonjakan penumpang hanya terjadi di H-3 Lebaran, kemudian berhenti dan baru melonjak lagi pada H+3.

"Beberapa terminal sepi. Yang terlihat ramai hanya Lebak Bulus," kata Murphy. Dia memperkirakan jumlah penumpang tahun ini turun 5 persen dari 6,7 juta pada tahun lalu.

Murphy menilai turunnya jumlah penumpang bus karena peningkatan penggunaan sepeda motor. "Sudah gila-gilaan," katanya. Saat musim Lebaran ini pemerintah memperkirakan pengguna motor naik 30 persen.

Adapun total penumpang angkutan Lebaran kali ini diperkirakan 14,8 juta orang. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Iskandar Abubakar, hampir separuhnya menggunakan moda bus. Untuk itu, sedikitnya dikerahkan 33 ribu unit bus dengan kapasitas 14 juta penumpang.

Murphy melanjutkan, melihat perkembangan itu, pemerintah sebaiknya lebih memperhatikan moda transportasi darat di tengah ketatnya persaingan antarmoda dan peningkatan penggunaan sepeda motor. "Bukan hanya saat Lebaran. Itu kalau masih ingin bus beroperasi," katanya.

Caranya, tutur dia, antara lain dengan mengupayakan agar tarif bus dapat ditekan rendah sehingga pengguna sepeda motor terutama kembali beralih ke bus. "Mau tidak mau subsidi seperti busway di Jakarta," katanya.

l Harun Mahbub

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :