BI Ingatkan Potensi Penyelundupan Minyak

Senin, 22 Oktober 2007 | 13:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia mengingatkan potensi aksi penyelundupan minyak akibat perbedaan harga minyak mentah dalam negeri dan dunia yang terlampau lebar. Aksi penyelundupan minyak, bisa mengganggu neraca pembayaran seperti yang pernah terjadi 2005 silam.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjudin mengatakan aksi penyelundupan akan mendorong impor minyak guna memenuhi permintaan dalam negeri.

"Saya belum melihat terjadinya tambahan impor yang besar sekarang ini, ini harus kita jaga," kata Aslim usai halal bi halal di Gedung Bank Indonesia, Senin (22/10).

Aslim menjelaskan, saat ini harga minyak dunia ekuivalen dengan kondisi dua tahun. Ketika itu, cadangan devisa masih berkisar 10 miliar dolar AS. Meski cadangan devisa saat ini sudah jauh lebih tinggi, yakni 53,5 miliar dolar AS, "Kami harap jangan terjadi lagi penyelundupan yang besar-besaran, itu yang menghancurkan," tegasnya.

Seperti diberitakan harga minyak dunia terus melonjak hingga menyentuh 90 dolar AS per barel. Harga itu jauh di atas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar US$60 per barel.

AGOENG WIJAYA






Komentar Anda

Kirim