Peternak Ingin Pemerintah Mensubsidi Penuh
Selasa, 23 Oktober 2007 | 05:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menyatakan swasembada daging sapi pada 2010 harus murni dibiayai oleh pemerintah. Pemerintah disarankan harus menyentuh langsung peternak dengan melalui subsidi langsung.
"Subsidi itu diberikan tanpa melalui pihak swasta seperti bank," kata Sekretaris Jenderal PPSKI Teguh Boediyana di kantor Departemen Pertanian, Jakarta, kemarin.
Menurut dia, mengikutsertakan swasta justru memberatkan petani untuk memperoleh kredit. "Swasta tak mau rugi, sedangkan kemampuan petani terbatas." Untuk menggantikan peran swasta, pemerintah juga harus kembali memberdayakan usaha-usaha pembibitan dan ternak milik Badan Usaha Milik Negara, seperti Bina Mulya Ternak dan Panca Usaha Ternak Potong.
Beberapa departemen terkait juga harus terlibat jika ingin mewujudkan swasembada. Menurut Teguh, pada 2005 Departemen Pertanian mengajukan rancangan estimasi anggaran Rp 24 triliun. Tapi, angka itu masih bisa berubah.
Namun, Direktur Jenderal Peternakan Departemen Pertanian Tjeppy Daradjatun pesimis jika pembiayaan sepenuhnya ditanggung pemerintah. "Tak mungkin pemerintah mampu," ujarnya kepada Tempo di kantornya kemarin. Maka pemerintah daerah dan swasta harus terlibat.
Ia menerangkan, departemennya mengajukan insentif untuk peternak sapi sebesar Rp 25-100 juta, memberdayakan potensi daerah, dan pembenahan infrastruktur. "Dengan begitu, kami mengharapkan jumlah akseptor bertambah," katanya.
Saat ini jumlah populasi sapi potong dalam negeri 10,5 juta per tahun. Sekitar 10 persennya, sebesar 1,5 juta ekor, akan dialokasikan untuk sapi potong. Sapi potong swasembada masih 1,5 juta ekor per tahun. Tjeppy mengaku belum dapat menentukan besaran target sapi potong swasembada.
Teguh berpendapat, target 2 juta ekor sapi potong per tahun bisa dicapai dengan pengadaan bibit sapi untuk memperbanyak populasi. "Biaya pengadaan bibit sekitar dua hingga tiga triliun rupiah per tahun," katanya.
Aguslia Hidayah




Komentar Anda :