Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Minyak Mentah
Selasa, 23 Oktober 2007 | 15:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mewaspadai lonjakan harga minyak mentah dunia yang akan berdampak pada perekonomian nasional.
"Ini lampu kuning bagi seluruh negara, tidak hanya Indonesia. Kita harus antisipasi agar situasi global tidak terlalu mengganggu ekonomi yang sedang digalakkan," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sebelum membuka Pameran Produk Ekspor 2007, Selasa (23/10) di areal Pekan Raya Jakarta.
Hal ini menanggapi sempat melonjaknya harga minyak mentah dunia hingga menembus level US$ 90 per barel pekan lalu.
Dijelaskannya, kenaikan harga minyak mentah telah mempengaruhi ekonomi global dimana proyeksi pertumbuhan perekonomian dunia 5,2 persen diprediksi akan turun menjadi 4,8 persen. "Akan terjadi slowdown dan softlanding akibat gejolak keuangan global dan naiknya minyak mentah dan tembus US$90 per barel, walau ICP (Indonesia Crude Price) kita lebih rendah (US$ 62 per barel)," jelasnya.
Menurut Yudhoyono, kenaikan harga minyak mentah ini akan mempengaruhi indikator perekonomian berbagai negara, seperti pertumbuhan ekonomi, laju inflasi. "Dan investasi makin ketat, terutama jika lokasinya baik, ekspor bakal lebih kompetitif, neraca pembayaran, dan APBN karena ada komponen subsidi," katanya.
RR ARIYANI





