|
Ekspor Produk Kreatif Tinggi
Selasa, 23 Oktober 2007 | 19:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertumbuhan ekspor produk kreatif telah membukukan nilai yang baik, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun lalu, pertumbuhan industri ini mencapai 7,3 persen di atas pertumbuhan ekonomi 5,6 persen.
"Estimasi kasarnya industri ini menyumbang 4,75 persen nilai tambah produk domestik bruto," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, kemarin di Jakarta.
Dia menjelaskan, angka itu didapat dari pemilahan data Badan Pusat Statistik terhadap 14 subkategori yang termasuk definisi industri kreatif. Di antaranya adalah periklanan, arsitektur, kerajinan, desain, fashion, musik, teknologi informasi, pertunjukan, penelitian, dan pengembangan.
Namun, angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan penjelasan Ketua Forum Grafika Digital, David B. Mihardja, pada pertengahan Mei lalu. Menurut dia, sat itu industri kreatif Indonesia tumbuh 15 persen setiap tahun. Kemudian, sepanjang 2006, industri kreatif menyumbang 33,5 persen PDB. Angka ini setara dengan US$ 77 miliar atau Rp 693 triliun.
Sayangnya, perkembangan industri ini terhambat karena ketiadaan pemetaan industri kreatif nasional. "Dengan ada pemetaan industri kreatif secara nasional, pertumbuhan industri ini bisa lebih signifikan," ujar David, kala itu (Koran Tempo, 25 Mei).
Dari industri kreatif tersebut, terdapat tiga produk yang mencatat pertumbuhan tertinggi tahun lalu. "Pertumbuhan ekspor fashion 30 persen, kerajinan 23 persen, dan periklanan 18 persen," ucap Mari.
Tahun lalu, industri kreatif juga telah menyerap sekitar 3,7 juta tenaga kerja atau 4,7 persen dari total tenaga kerja nasional. "Kami sedang merumuskan pemetaan industri ini agar pelatihan untuk HaKI dan pelatihan pemasaran tepat sasaran," ucapnya.
Ia juga menilai pengusaha dapat terus mengembangkan industri kreatif dengan menggunakan sumber daya alam dan warisan budaya.
Berbeda dengan negara lain seperti Singapura dan Inggris, mereka telah memiliki pemetaan industri kreatif sehingga industri kreatif di sana sangat berkembang pesat.
"Industri kreatif Singapura memiliki kontribusi sebesar 5 persen dari produk domestik bruto atau US$ 5,2 miliar. Kemudian pada 2012 diperkirakan tumbuh 10 persen. Sedangkan kontribusi industri kreatif Inggris sekitar 8,2 persen atau US$ 12,6 miliar," kata David.
RR ARIYANI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|