Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Patokan Ekspor CPO Bakal Naik
Rabu, 24 Oktober 2007 | 04:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah ada kemungkinan menaikkan harga patokan ekspor (HPE) untuk minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya terkait dengan lonjakan harga minyak mentah dunia belakangan ini.

Rencana itu pun terkait dengan kebijakan pemerintah sebelumnya, yakni diterapkannya pajak ekspor progresif untuk minyak sawit mentah dan produk turunannya guna mengerem ekspor berlebih--yang mendorong lonjakan harga minyak goreng nasional.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengaku akan mengkaji ulang soal harga keseimbangan CPO dan produk turunannya pada bulan ini. "Intinya, kami ingin mengurangi ekspor sehingga keperluan dalam negeri terpenuhi, tapi tidak terlalu mengganggu pasar dunia karena peranan kita cukup besar," ujar dia di Jakarta kemarin.

Sebagai catatan, mulai bulan ini pemerintah menaikkan HPE CPO sebagai patokan perhitungan pungutan ekspor dari sebelumnya US$ 733 per ton menjadi US$ 760 per ton. Meski begitu, kenaikan HPE CPO itu direncanakan masih dalam kisaran US$ 750-US$ 849 per ton. Tujuannya, tarif pungutan ekspor untuk Oktober--sesuai dengan ketentuan baru yang efektif berlaku sejak 1 September--tidak berubah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu sebesar 7,5 persen.

HPE atas barang ekspor tertentu ditetapkan oleh Menteri Perdagangan setiap bulan. Penetapan HPE berpedoman dari harga rata-rata internasional dan harga rata-rata FOB di beberapa pelabuhan di Indonesia dalam kurun waktu satu bulan sebelum penetapan HPE.

Lebih jauh Mari menegaskan, dengan kebijakan pajak progresif, pungutan ekspor akan otomatis berubah berdasarkan harga CPO dunia. "Seingat saya, beberapa hari lalu harga CPO US$ 850 per ton dan HPE akan ditentukan setiap awal bulannya. Awal November akan ditentukan harga (HPE) baru," katanya.

Mari menilai, dengan penetapan pajak ekspor yang lebih tinggi dari 10 persen, tidak akan efektif mengerem ekspor CPO ke luar negeri. Sebab, tren harga minyak dunia yang mengerek harga CPO akan terus berfluktuasi.

"Dengan perhitungan sekarang, sekitar 5-8 persen volume ekspor akan turun tahun ini. Sedangkan volume ekspor CPO dari data Januari-Agustus 2007 turun 8 persen, tapi nilainya naik 52 persen karena harga," ujar Mari.

Dari sudut itu, menurut dia, pungutan ekspor berhasil mengendalikan ekspor. Dia pun yakin harga minyak goreng bakal terus terpantau karena ada tim stabilisasi bahan pokok tersebut yang tugasnya terus memantau. "Istilahnya kita punya sistem lebih baik," ucapnya.

Produsen minyak sawit tak keberatan atas rencana pemerintah menaikkan harga patokan ekspor CPO.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Derom Bangun mengatakan, penyesuaian harga patokan ekspor adalah hak pemerintah untuk menentukan. "Pemerintah ada tim yang khusus menentukan itu dan sudah ada metodenya. Kami ikut saja keputusan pemerintah," kata Derom ketika dihubungi Tempo kemarin.

Soal besaran harga patokan yang wajar, Derom enggan berkomentar. Dia menyerahkan sepenuhnya pada perhitungan yang wajar oleh tim pemerintah. "Saya tidak ambil angka-angka, nanti dikira mempengaruhi perhitungan pemerintah. Saya yakin tim pemerintah bisa memperoleh angka yang patut," ujarnya.

RR ARIYANI | AGUS SUPRIYANTO



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ekspor Indonesia Didominasi Produk Minyak Sawit
Pemerintah Pastikan Naikkan kembali Pungutan Ekspor
Belum Ada Pungutan Ekspor CPO Baru
PPN CPO Dikaji Untuk Dihapuskan
Jawa Timur Kekurangan CPO 400 Ton Per Hari
Produsen CPO Wajib Utamakan Domestik
Harga CPO Dunia Bakal Terus Naik
Harga Minyak Goreng Curah Melambung
Harga Minyak Goreng Harus Turun dalam Dua Pekan
Harga Minyak Goreng Melambung, Warga Merebus
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk110011 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< October,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data