Data Prospektus IPO Jasa Marga Dipersoalkan
Rabu, 24 Oktober 2007 | 05:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Data aset yang dicantumkan PT Jasa Marga (Persero) dalam prospektus penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dipersoalkan.
Menurut pengamat jalan tol yang juga anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Agus Sidharta, dalam prospektus IPO itu Jasa Marga memasukkan ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) Seksi S (Jagorawi-Kampung Rambutan-Pondok Indah) sebagai salah satu asetnya. Padahal ruas tersebut dalam sengketa dengan PT Hutama Karya (Persero).
Menurut dia, hingga saat ini kepemilikan jalan tol itu belum dieksekusi oleh Mahkamah Agung. "Sebelumnya pada 2001 telah disita kejaksaan karena kasus commercial paper Hutama Karya," ujarnya kepada Tempo kemarin.
Dia melanjutkan, seharusnya Jasa Marga menyelesaikan dulu masalah ini sebelum ditulis sebagai salah satu aset dalam prospektus IPO. "Informasi dalam prospektus itu tak akurat, kalau bisa ditunda dulu. Masalah clear dulu, baru IPO," ujarnya. Hal ini, Agus menambahkan, jelas menyesatkan publik yang ingin membeli saham perdana Jasa Marga.
Direktur Keuangan Jasa Marga Reynaldi Hermansyah, yang sedang berada di Amerika Serikat, saat dimintai konfirmasinya mengaku tak bisa memberikan komentar. "Saya tak bisa berkomentar," ujarnya.
Adapun Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Okke Merlina mengatakan semua masalah hukum sudah dibuka kepada publik dan dikaji oleh konsultan hukum. "Termasuk masalah ruas JORR Seksi S," katanya dalam pesan pendek kepada Tempo.
Namun, Agus Sidharta berdalih, dengan adanya masalah itu calon investor akan merugi besar bila membeli saham perdana Jasa Marga. Sebab, bila menaati putusan Mahkamah Agung, jalan itu merupakan milik Hutama Karya.
Dia menegaskan bahwa BPJT keberatan dengan masuknya ruas itu dalam prospektus Jasa Marga. "Yang jelas BPJT keberatan, tapi belum ada surat resmi ke Jasa Marga," ujarnya.
Jasa Marga, Agus melanjutkan, seharusnya membicarakan hal ini kepada BPJT dan Departemen Pekerjaan Umum terlebih dulu. "Jasa Marga yang berkepentingan, seharusnya mereka yang minta (izin) kepada kami. Jangan sepihak," ucapnya tegas.
Jasa Marga akan melepas 30 persen saham atau sebanyak 2,04 miliar lembar saham. Kisaran harga IPO yang ditetapkan Rp 1.400-1.800 per lembar. Perseroan memperkirakan bisa meraup dana sekitar Rp 3-5 triliun.
Berdasarkan jadwal, masa penawaran awal (book building) dilakukan pada 8-26 Oktober. Sedangkan pencatatan saham Jasa Marga di Bursa Efek Jakarta akan dilaksanakan pada 12 November.
Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito mengatakan dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum sekitar 90 persen untuk penyertaan saham di anak perusahaan pada ruas jalan tol Bogor Ring Road, Gempol-Pasuruan, Semarang-Solo, dan JORR-W2 Utara serta sekitar 10 persen untuk peningkatan kapasitas ruas jalan tol yang beroperasi.
RIEKA RAHADIANA I SORTA TOBING
Topik :




Komentar Anda :