Penambat Rel Antimaling Dipasang

Kamis, 25 Oktober 2007 | 00:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan menerapkan teknologi pencegahan pengrusakan jalur kereta api untuk mengatasi pengrusakan yang belakangan terjadi. Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Soemino Eko Saputro, akan dipasang penambat rel antivandalisme.

"Titik dan lekukannya didesain sedemikian rupa sehingga tak dapat dicuri lagi," katanya di Jakarta Convestion Center kemarin. Alat itu rencananya dipasang dalam program-program pemasangan yang baru, tak menggantikan penambat-penambat rel yang lama.

Cara lain untuk mencegah kasus perusakan rel, ia melanjutkan, adalah pengetatan pengawasan dan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian. "Dulu juru periksa sekali sehari, sekarang empat kali sehari," ujar Soemino.

ia menerangkan, selama arus lebaran 2007 setidaknya ada dua kali kejadian pengrusakan rel yang membahayakan perjalanan kereta. Aksi pencurian penambat rel terjadi di Solo, Jawa Tengah. Sedangkan memalangkan besi di rel terjadi di Kosambi.

Pada Ahad pekan lalu sekitar pukul 22.15 WIB terjadi pelepasan penambat rel (pandrol) kereta sepanjang 60 meter antara Stasiun Kalioso - Solo (kilometer 101 + 9/0). Penambat ditinggalkan di sekitar lokasi.

Direktur Utama PT Kereta Api Ronny Wahyudi menginstruksikan operasi kereta siaga penuh. "Jelas indikasi sabotase," ucapnya. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menyatakan pengrusakan rel di Solo adalah sabotase. "Jelas, itu upaya membuat kereta terguling," katanya Selasa lalu.

Maka Jusman menyerahkan pengusutannya kepada kepolisian. Ia pun mengirimkan surat kepada Badan Intelijen Negara dan Kepolisian Republik Indonesia untuk meminta agar kasus-kasus tadi diusut. "Harus diburu terus (pelakunya)," ujarnya.

Harun Mahbub Billah






Komentar Anda

Kirim