Kredit NISP Tumbuh 25 persen
Kamis, 25 Oktober 2007 | 14:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah kredit yang disalurkan Bank NISP hingga triwulan ketiga 2007 mencapai Rp 2 triliun, naik 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Bank NISP Pramukti Surjaudaja mengatakan, sekitar 40 persen dari kredit disalurkan untuk modal kerja. Kredit konsumsi dan investasi masing-masing 35 dan 25 persen."Penurunan suku bunga setahun terakhir ternyata mampu mendorong penyaluran kredit kami," kata Pramukti sebelum mengikuti Halal Bihalal Ikatan Bankir Indonesia (IBI)-Perhimpunan Bank-bank Nasional (Perbanas) di Hotel Intercontinental, Jakarta.
Saat ini bunga kredit NISP berkisar di posisi 11 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibanding awal tahun lalu yaitu 16 persen atau akhir 2006 sebesar 20 persen. "Saat ini bunga rendah merata di semua jenis kredit," ujarnya.
Penurunan suku bunga itu, kata dia, didorong oleh persaingan antar bank. Turunnya suku bunga Bank Indonesia (BI rate) memberikan ruang bagi perbankan untuk menarik minat calon debitor. "Suku bunga akan turun bertahap," katanya.
Meski pertumbuhan kredit cukup tinggi, Pramukti belum bisa memastikan berapa angka penyaluran di akhir tahun. Dia hanya optimistis pertumbuhannya bisa melampaui 20 persen. Tingkat kredit bermasalah Bank NISP, kata dia, hingga September lalu sekitar 2,5 persen (gross) dan 2,1 persen (nett), lebih rendah dari yang diminta Bank Indonesia yaitu 5 persen.
AGOENG WIJAYA





