Bentoel Terbitkan Obligasi Rp 1,35 triliun
Kamis, 25 Oktober 2007 | 17:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bentoel Internasional Investama Tbk., akan menerbitkan obligasi Bentoel I senilai Rp 1,35 triliun tahun ini dengan jangka waktu lima tahun. Indikasi suku bunga obligasi tanpa jaminan ini berkisar 100-200 basis poin di atas FR23 atau maksimal 11 persen.
Direktur Utama Bentoel Nicoolas B Tirtadinata menyatakan bahwa sebesar Rp 1 triliun dari hasil penerbitan itu untuk melunasi utang perseroan kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI). "Karena pelunasan dengan obligasi lebih murah," kata Nicoolas, seusai paparan publik di Jakarta, Kamis (25/10).
Dengan melunasi pinjaman bank itu, Nicoolas mentargetkan Bentoel akan menjadi lebih efisien dan fokus dalam perencanaan usaha ke depan. "Jadi kami tidak perlu khawatir lagi terhadap pengaruh terjadinya fluktuasi suku bunga," ujarnya.
Sisanya hasil penerbitan obligasi sebesar Rp 350 miliar, rencananya akan dipakai sebagai working capital (modal kerja). Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku (rokok).
Direktur Bentoel Ginawati menambahkan struktur penerbitan obligasi yang tanpa jaminan ini didasarkan pada baiknya peringkat obligasi itu sendiri. Obligasi Bentoel I tersebut mendapat peringkat idA (stable outlook) dari Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sejak 5 Oktober 2007 hingga 1 November 2008.
Menurut Ginawati, aset Bentoel yang ada saat ini melebihi dari jumlah obligasi, yaitu sekitar 150 persen. "Jadi umumnya begitu (terbit tanpa jaminan)," katanya.
Bertindak sebagai penjamin emisi pada penerbitan obligasi ini adalah Standard Chartered Securities Indonesia, CIMB-GK Securities Indonesia, DBSÂ Vickers Securities Indonesia dan Mandiri Sekuritas. Sedangkan Bank Niaga akan bertindak sebagai wali amanat.
Hingga kuartal tiga tahun ini, Bentoel telah memproduksi 11 miliar batang rokok, atau tumbuh 45 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan pendapatan perseroan juga meningkat sebesar 55 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp 3,1 triliun. "Ini sudah melebihi dari penjualan setahun pada tahun 2006," ujarnya.
Sedangkan per Juli 2007, perseroan membukukan laba bersih Rp 141 miliar, atau meningkat 38 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 102 miliar. Peningkatan laba ini ditopang oleh naiknya total penjualan sebesar 53 persen, dari Rp 1,6 triliun menjadi Rp 2,45 triliun.
Wahyudin Fahmi
Topik :




Komentar Anda :