Danamon Raih Laba Bersih 75 Persen

Kamis, 25 Oktober 2007 | 20:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Danamon Tbk meraih laba bersih setelah pajak kuartal ketiga 2007 sebesar Rp 1,6 triliun. Jumlah ini naik 75 persen dibandigkan periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 914 miliar. "Kredit Bank Danamon naik 22 persen, dari Rp 40.962 miliar menjadi Rp 50.153 miliar," ujar Sebastian Paredes, Direktur Utama Bank Danamon.

Alokasi kredit terbesar Bank Danamon ditujukan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, yaitu sebesar 34 persen atau mencapai Rp 17.906 miliar. Sedangkan sisanya untuk kredit ritel dan konsumsi sebesar 36 persen, komersial mencapai 13 persen, dan 17 persen untuk korporasi.

Paredes mengaku optimistis pertumbuhan kredit akan terus di atas rata-rata industri perbankan hingga kuartal tahun berikutnya. "Meskipun kondisi ekonomi global cukup menantang, kami percaya dampaknya terhadap perekonomian nasional dan kegiatan usaha akan bersifat sementara," katanya.

Kenaikkan laba bersih juga dipicu oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 29 persen, dari Rp 4.093 miliar menjadi Rp 5.263 miliar. Pendapatan operasional meningkat 33 persen, dari Rp 5.015 miliar menjadi Rp 6.684 miliar. Dari kedua peningkatan tersebut Bank Danamon meraih Basic Earning per Share (EPS) Rp 320,49, naik dari Rp 185,61 pada kuartal ketiga 2006.

Direktur Keuangan Bank Danamon Vera Eve Lim mengjelaskan pendapatan provisi dan komisi menjadi komponen penting dalam kegiatan utama perseroan. Pendapatan biaya meningkat 54 persen, mencakup 21 persen dari pendapatan operasional, atau naik 18 persen jika dibandingkan periode yang sama 2006. "Kategori pendapatan ini diperoleh dari layanan jasa perbankan, tresuri, asuransi, kredit, dan layanan cash managemnet," ujarnya.

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga perseroan ini berada pada tingkat 85 persen per akhir September 2007 atau naik 77,8 persen dibandingkan tahun lalu. "Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di sektor perbankan," kata Vera.

Vera menjelaskan pendanaan Bank Danamon juga didukung oleh pertumbuhan pesat pada tabungan dan giro. Dana pihak ketiga mencapai Rp 58.853 miliar, dari Rp 52.997 tahun sebelumnya.

Selain itu, rasio kredit bermasalah bank ini tetap pada tingkat nol pada kuartal ketiga 2007. Sehingga rasio penyisihan terhadap non performing loan (NPL) turun dari 3,5 persen menjadi 2,8 persen. Rasio kecukupan modal berada pada tingkat 19,2 persen, di atas ketentuan yang berlaku.

Pembiayaan syariah Bank Danamon tumbuh sebesar 112 persen pada kuartal ketiga 1007. Jumlah ini memberikan kontribusi sebesar 0,7 persen kepada bank. "Tahun lalu kontribusinya hanya 0,5 persen," ujar Direktur Syariah, Hendarin Sukarmadji. Aset syariah tersebut tumbuh 83,6 persen, dari Rp 365 miliar menjadi Rp 670 miliar.

SORTA TOBING

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :