Identitas Tunggal Permudah penyelidikan Pencucian Uang

Sabtu, 27 Oktober 2007 | 21:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengamat ekonomi Faisal Basri mengusulkan penerapan nomor identitas tunggal atau single identity number (SIN) untuk mengoptimalkan pengusutan kasus kejahatan pencucian uang (money Laundring). Pasalnya pemberlakuan SIN bisa meniadakan identitas ganda pelaku kejahatan.

"Penyidikan bisa lebih optimal, jadi sudah saatnya kita memberlakukan SIN," kata Faisal di Bogor, Sabtu (27/10).

Menurut Faisal, identitas tunggal bisa mempercepat penelusuran transaksi keuangan yang mencurigakan sehingga data awal yang dibutuhkan untuk proses selanjutnya bisa segera didapat.

Mekanisme sistem transaksi, ujarnya, bisa lebih mudah dengan SIN mengingat nomor identitas yang dimiliki setiap warga negara hanya satu. Jadi, data yang diberikan bisa dipastikan akurasinya. SIN ini juga nantinya mempermudah berjalannya sistem informasi debitur yang dijalankan Bank Sentral dan Badan Pengawas Pasar Modal.

Direktur Hukum Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Pelaporan (PPATK) I Ketut Sudiharsa mendukung pernyataan Faisal. Menurut Sudiharsa, pemberlakuan SIN bisa mempercepat penelusuran data nasabah perbankan yang dicurigai melakukan pencucian uang.

Sekarang, kata Sudiharsa, proses penyelidikan pencucian uang sering terhambat ketidakpastian identitas orang yang dicurigai. Data awal yang diterima misalnya menyebutkan orang yang dicurigai bernama Ahmad. Namun saat dilakukan penelusuran ternyata banyak sekali nama yang serupa. "Kalau memakai SIN cukup disebutkan nomornya,data orang itu akan langsung muncul,"ujarnya.

Eko Nopiansyah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: