DPR RI Tak Keberatan Pertamina Impor Tabung Gas

Minggu, 28 Oktober 2007 | 22:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan tak keberatan terhadap rencana PT Pertamina mengimpor tabung gas untuk program konversi minyak ke elpiji. Kebijakan itu bole diambil yang penting program konversi tersebut bisa cepat, tepat guna, dan tepat sasaran. Demikian diungkap
Wakil Ketua Komisi Energi DPR, Soetan Batoegana, saat dihubungi Tempo, Minggu (28/10).

"Soal impor, menurut kami, yang pertama harus utamakan produk dalam negeri. Tapi, kalau masih kurang, ya, ambil dari luar daripada dipaksakan," katanya Program konversi energi, lanjut Soetan, harus cepat dituntaskan agar beban subsidi bahan bakar minyak bisa ditekan.

Ia meminta pemerintah tidak kaku dalam membuat kebijakan. Menurut Soetan, realitas bahwa kapasitas produksi industri dalam negeri menghasilkan tabung gas belum cukup untuk memenuhi keseluruhan kebutuhan tabung elpiji bersubsidi harus diakui. "Apalagi ada rencana mempercepat program konversi," ujarnya.

Dia menyarankan agar 70 persen dari kebutuhan sebanyak 5,6 juta tabung dibuat oleh industri dalam negeri, sedangkan sisanya diimpor. "Porsi 70 persen itu sudah tinggi. Sebab, perkiraan saya, kapasitas industri kita sekarang hanya bisa memenuhi 60 persen. Itupun kerja siang malam," kata Soetan.

Menurut dia, selain bertujuan mempercepat program konversi, impor tabung gas juga bisa mendorong persaingan usaha yang lebih sehat. "Kalau produk impor lebih murah, kan industri kita terdorong untuk bersaing," katanya. Meski begitu, keputusan akan melakukan impor tabung atau tidak, sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah.

Agus Supriyanto

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :