Harga Minyak Masih Melambung
Senin, 29 Oktober 2007 | 07:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga minyak mentah dunia cetak rekor baru pada level US$92.40 per barel dalam perdagangan after hour di New York. Kenaikan harga ini dipicu oleh kebijakan Turki yang akan menggunakan seluruh kekuatan militernya guna menghadapi separatis Kurdi di Irak.
"Kesabaran kami sudah mencapai batas akhir," kata Menteri Luar Negeri Turki Ali Babacan.
Harga minyak untuk pengiriman bulan Desember naik 54 sen atau 0,6 persen. Nilai kontraknya sebesar US$92,35 pada 6.53 pagi waktu Singapura.
Untuk nilai kontrak minyak mentah per 26 Oktober naik US$1,40 atau 1,6 persen untuk menetapkan harga pada level US$91,86 per barel. Harga minyak kali ini naik 58 persen dari harga tahun lalu.
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya akan melancarkan serangan militer yang lebih luas jika dibutuhkan. Turki mengaku telah membom separatis Kurdi atau PKK di Utra Irak minggu lalu. Selain itu Turki juga sudah mengirimkan tentaranya di sepanjang perbatasan.
Ketegangan di atas Iran telah mendorong harga minyak. Amerika Serikat menuduh militer Iran mendukung teroris. Amerika Serikat menginginkan Iran membatalkan pengayaan Uranium yang dicurigai sebagai pengembanga senjata nuklir.
Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Desember naik US$1,21 atau 1,4 persen menyentuh rekor menjadi US$88,69 per barel di London, basis ICE Future Europe Exchange.
Purborini | Bloomberg





