Saham Emiten Perbankan Bakal Melejit

Senin, 29 Oktober 2007 | 08:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Saham-saham emiten perbankan tampaknya sama sekali tidak terpengaruh secara negatif oleh gejolak harga minyak dunia yang sudah tembus hingga level US$ 92 per barel. Buktinya, saham beberapa emiten perbankan telah menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan.

Kalangan analis meprediksikan saham-saham emiten perbankan akan bergerak naik seiring dengan antisipasi terhadap kemungkinan The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) untuk kembali menurunkan suku bunga.

Pergerakan harga saham sektor perbankan saat ini juga didukung oleh ekspektasi para investor terhadap kesetabilan tingkat suku bunga di Indonesia.

Analis PT BNI Securties M. Alfatih memperkirakan inflasi akan lebih rendah seiring dengan turunnya suku bunga. “Oleh karena itu, Saham perbankan sedang mendapat sentimen positif dari pelaku pasar," kata Alfatih kemarin.

Menurutnya, besar kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga hingga 25 basis poin akibat lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia. Penurunan itu juga didorong oleh prediksi konsumsi minyak yag akan meningkat di musim dingin pada Desember nanti.

Sehingga dampak penurunan suku bunga The Fed akan diikuti oleh turunnya BI Rate. "Penurunan suku bunga ini akan mendorong perekonomian nasional, terutama sektor riil," tutur Alfatih menjelaskan.

Presiden Direktur Momentum Synergy Asset Management, Rizka Baely juga menyatakan bahwa kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga telah meberikan sentimen positif. “Kalau turun, negara-negara lain ikut turun,” kata Rizka,

Wahyudin Fahmi | Sorta Tobing






Komentar Anda

Kirim