Pemerintah Alihkan Pasar Ekspor ke Asia
Selasa, 30 Oktober 2007 | 16:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jika harga minyak mentah terus naik hingga tahun depan, pemerintah akan mengalihkan pangsa pasar ekspornya dari pasar tradisional ke pasar yang pertumbuhannya masih tinggi yakni di Asia.
“Ke depan, kita harus mengantisipasi bagaimana perlambatan ekonomi dunia, bagaimana penurunan permintaan produk kita, dan bagaimana kita meningkatkan negosiasi dan promosi terutama di beberapa pasar yang pertumbuhannya masih tinggi seperti Cina, Korea, Hong Kong, Taiwan dan India,” ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Selasa (30/10) di Jakarta.
Mari mengaku selama tahun ini telah dihitung bagaimana potensi pasar ekspor dari Indonesia, dan sektor mana yang potensial untuk terus dikembangkan. “Angka ini berdasar tren ataupun hasil dari promosi perdagangan selama ini. Jadi untuk pasar tradisional seperti Jepang, Eropa dan Amerika Serikat kita perlu lihat apakah direvisi atau tidak,” ucapnya.
Selain mengincar pasar Asia, menurut Mari, pemerintah akan memfasilitasi promosi dan mendorong perdagangan di pasar prospektif yang mengalami pertumbuhan tinggi seperti di Rusia, Eropa Timur dan Timur Tengah. “Selain menjaga pasar Amerika Serikat, kita akan siapkan diversifikasi pasar,” tuturnya.
Kendati begitu, Mari memastikan, kenaikan harga minyak mentah tidak hanya akan berdampak pada Indonesia, tapi semua negara. Ditambahkan, pengusaha dalam negeri untuk terus meningkatkan daya saingnya agar bisa bertahan di pasar internasional.
Selain itu, menurut dia, respons pengusaha untuk mengalihkan bahan bakarnya dari minyak bumi menjadi sumber energi alternatif turut membantu makin baiknya daya saing. “Jadi kalau suatu perusahaan sudah beralih ke batu bara, tidak akan menghadapi problem yang terlalu berpengaruh,” ucapnya.
RR ARIYANI





