Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Yudhoyono Cemas Harga Minyak Tembus US$ 100 per Barel
Selasa, 30 Oktober 2007 | 16:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ekonomi dunia menghadapi kekhawatiran jika harga minyak mencapai US$ 100 per barel. Kenaikan harga minyak akhir-akhir ini pun akan mengganggu kebijakan anggaran sosial dan ekonomi dari seluruh negara-negara yang tergantung dari minyak.

"Kekhawatiran terbesar kita adalah harga minyak mencapai US$ 100 per barel yang sebelumnya belum pernah terjadi. Namun apapun yang terjadi, jelas ekonomi dunia harus persiapkan diri menghadapi masa-masa yang lebih sulit," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (30/10), saat membuka Konferensi dan Pameran Minyak dan GAS Asia Pasific, di Balai Sidang Jakarta.

Dia mengatakan pemerintah berharap lebih banyak lagi investasi masuk dalam bidang sumber daya energi. Untuk menarik investasi, pemerintah telah mengembangkan paket insentif inventasi dan menerbitkan kebijakan fiskal yang hati-hati. "Kita juga mencari cara untuk menyelesaikan masalah perpajakan dalam investasi minyak dan gas," ujar dia.

Pada peserta konferensi dan pameran Migas, Yudhoyono menyampaikan prospek bisnis Migas di Indonesia masih bagus. Cadangan minyak Indonesia saat ini mencapai 9,1 juta barel, meningkat 5,5 persen sejak 2005. Sedangkan cadangan gas pada 2006 sekitar 187 triliun kaki kubik. Pemerintah baru saja mengumumkan penawaran 26 blok area baru pada kontraktor. "Saya yakin akan banyak yang tertarik," ujar dia.

SUTARTO/NIEKE

Dari Arsip Majalah TEMPO
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Bertaruh di Ambalat | 14 Maret 2005
Tersandung Tanker Sekongkol | 14 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Kecil-kecil Jadi Rebutan | 21 Pebruari 2005
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bagi Hasil Migas Musibanyuasin Turun
Pemerintah Dinilai Tanpa Perencanaan
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Minyak Mentah
Bank Dunia: Harga Minyak Jadi Berkah Negara Berkembang
Anggaran Tak Terpengaruh Kenaikan Harga Minyak
Kalla: Kenaikan Harga Minyak Dunia Masih Aman
Anggota OPEC Bersilang Pendapat
Penurunan Target Produksi Minyak Dinilai Merugikan
Daerah Desak Transparansi Bagi Hasil Migas
Blok Cepu Diperkirakan Baru Produksi Tahun 2010
> selengkapnya...

Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk110398 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< October,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data