Laba BCA Naik Tipis

Selasa, 30 Oktober 2007 | 18:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencetak laba bersih sebesar Rp 3,4 triliun pada September 2007, atau naik tipis 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,1 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk., D.E. Setijoso menuturkan pertumbuhan laba didorong meningkatnya fee based income yang tumbuh hingga 30 persen menjadi Rp 2,1 triliun dari sebelumnya Rp 1,6 triliun.

"Apalagi pendapatan bunga bersih bisa dikelola hingga tetap stabil," kata Setijoso dalam paparan kinerja di Wisma BCA, Selasa (30/10).

Setijoso memaparkan, pertumbuhan fee based income didorong meningkatnya pendapatan BCA dari pendapatan bankinsurance yang terus berkembang. Saat ini lebih dari 60 cabang BCA sudah menjalankan kerjasama dengan AIG Life dengan pendapatan sebesar Rp 18 miliar. Pendapatan dari transaksi kartu kredit BCA berhasil terkumpul Rp 100 miliar. Sedangkan biaya pembukaan buku naik dari 130 miliar ke 162 miliar.

Sedangkan dari pendapatan bunga bersih, Setijoso menambahkan, hanya naik tipis 1,1 persen menjadi Rp 7,1 triliun dari sebelumnya Rp 7 triliun. Rendahnya pertumbuhan pendapatan bunga bersih ini, kata Setijoso, lebih disebabkan turunnya margin bunga dari 7 persen menjadi 6 persen.

"Meski tumbuh rendah, kami tetap bisa mengimbanginya dengan volume kredit yang terus meningkat," ujarnya.

Laporan keuangan BCA menunjukkan, hingga September 2007, penyaluran kredit mencapai Rp 68,8 triliun atau tumbuh 28,2 persen dibandingkan setahun silam Rp 53,7 triliun.

Komposisi penyaluran terfokus pada kredit komersial dan usaha kecil menengah sebesar Rp 29,8 triliun. Disusul kredit korporasi dan konsumer masing-masing sebesar Rp 26,4 triliun dan Rp 12,7 triliun.

Pertumbuhan signifikan juga tejadi pada penghimpunan dana. Dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 20,8 persen menjadi Rp 169,2 triliun. Dengan pertumbuhan ini, rasio pinjaman terhadap DPK BCA naik menjadi 40,7 persen dari posisi September 2006 sebesar 38,3 persen.

Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk menuturkan, pertumbuhan dana pihak ketiga setahun terakhir memang lebih cepat ketimbang penyaluran kredit. Hasilnya, LDR BCA masih berada di bawah 50 persen.

Meski demikian, dia tetap optimis bisa meningkatkan LDR hingga melampaui 50 persen. Apalagi, dia mengingatkan, Bank Indonesia saat ini berencana memasukkan obligasi korporasi sebagai komponen LDR. "Saat ini obligasi korporasi kami mencapai Rp 4,2 triliun," ungkapnya.

AGOENG WIJAYA






Komentar Anda

Kirim